RM.id Rakyat Merdeka - Pejabat dan orang besar yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK seperti tidak ada habis-habisnya. Kalau sedang “ramai” hampir tiap bulan ada saja yang terjaring OTT. Mulai dari pejabat eksekutif, legislatif, yudikatif, politisi, pengusaha, sampai yang terbaru adalah akademisi dengan gelar profesor. Sungguh memprihatinkan.
Apa yang menimpa para pejabat dan sederet nama yang sudah menjadi tersangka melalui OTT adalah gambaran kehidupan yang amat tragis. Padahal, kedudukan sosial, posisi ekonomi, dan karier mereka sangat mentereng. Mereka sangat dipandang oleh rakyat. Namun ironisnya, mereka masih saja merasa kurang. Mereka masing mencari “sampingan” yang sesungguhnya, nilainya terkadang tidak seberapa dengan total aset kekayaan dan kemuliaan hidup yang sudah mereka capai.
Baca juga : Menegakkan Wibawa KPK
Kita tidak pernah tahu, dan tidak boleh berburuk sangka, kepada beliau-beliau: kok bagaimana bisa kekuatan tangan-tangan tak terlihat dengan seketika membalikkan tangan nasibnya dan menyusul koleganya ke jeruji besi. Kadang, hanya gara-gara nilai uang yang tidak seberapa baginya. Pasti ada kezaliman yang tidak terasa dilakukannya dalam hidup selama ini, yang tiada disadari atau diabaikan, sehingga, ia harus pantas menjalani takdir tidak menyenangkan dan memalukan ini.
Korupsi tetap korupsi. Kejahatan sekecil apapun penyelewengan kekuasaan harus diadili. Apalagi jika itu dilakukan oleh akademisi, yang seharusnya memberikan teladan kepada masyarakat.
Baca juga : Merdeka Sesungguhnya
Kita tidak pernah tahu, nilai yang jadi alat bukti terkadang ada yang terlihat kecil. Namun, jangan-jangan, selama ini kekuasaannya dibangun dari suapan-suapan kecil yang terakumulasi? Entahlah. Tuhan seringkali punya cara mengingatkan seorang zalim pada dirinya, sekaligus, punya cara menghentikannya.
Seorang bijak mengatakan, "seseorang terjatuh seringkali bukan karena tersandung batu besar melainkan karena terpeleset kulit pisang... Tersedak tenggorokan itu bukan oleh tulang sapi tetapi oleh duri ikan..." Wallahu 'alam bishawab. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.