Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gara-gara Korupsi

Jumat, 29 Juli 2022 06:10 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Seorang bijak mengatakan, “seorang terjatuh sering kali bukan karena tersandung batu besar, melainkan karena terpeleset kulit pisang. Tersedak tenggorokan itu bukan oleh tulang sapi, tetapi oleh duri ikan...” Apa maksud di balik metafora kulit pisang dan duri ikan itu?

Dalam kehidupan, seorang pesohor yang menapaki tangga sukses lalu terjatuh, sering kali bukan karena terbelit persoalan besar-besar. Justru karena kecakapannya menundukkan masalah-masalah besar inilah ia jadi seorang besar. Namun, tiba saat ia terjatuh, musababnya karena terantuk masalah kecil yang disepelekan.

Berita Terkait : Saling Jatuhkan Lawan Politik

Dalam konteks dunia usaha, seorang pebisnis bisa mendaki ke puncak kekayaan terbanyak, tentu setelah ia berhasil memenangi persaingan, melewati krisis, dan melewatkan kegagalan. Namun, ketika datang satu putaran waktu yang menyebabkannya tersuruk jatuh dan kembali terpuruk, acap kali karena ia abai terhadap detail kebocoran kecil dalam perahu manajemen keuangannya.

Dalam konteks politik, seorang politisi bisa mengalahkan dan menundukkan kekuatan politik yang jadi rival terkuat sekali pun. Jabatan politik berhasil ia duduki, kemulian serta privilege kekuasaan ia raih, sanjungan dan pujaan ia peroleh. Namun, ketika tiba saat ia terjatuh, penyebabnya bisa karena skandal di pelukan wanita yang ia temui suatu malam di sebuah kota.

Berita Terkait : Strategi Hadapi Krisis Pangan

Apa yang menimpa para petinggi partai dan sederet nama yang sudah jadi tersangka melalui operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, adalah gambaran kehidupan yang amat tragis. Kedudukan sosial, posisi ekonomi, dan karier politik yang bersangkutan kurang mentereng apa. Namun, ironi, ia terpeleset oleh nilai uang thank you yang sungguh tidak seberapa dengan total aset kekayaan dan kemuliaan hidup para elite partai ini. ■