BREAKING NEWS
 

ONH & Fasilitas Ibadah Haji

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Jumat, 17 Februari 2023 05:27 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - DPR dan Pemerintah sepakat, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) atau dulu disebut Ongkos Naik Haji (ONH) 2023 yang harus dibayarkan jemaah sebesar Rp 49,8 juta. Sedangkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) atau biaya keseluruhan setiap jemaah selama melaksanakan ibadah haji disepakati rata-rata Rp 90 juta.

Angka ini naik signifikan dibanding dengan Bipih dan BPIH pada tahun sebelumnya. Dalam penyelenggaraan haji 2022, Bipih hanya Rp 39,8 juta. Artinya, ada kenaikan sekitar Rp 10 juta yang ditanggung jemaah. Sedangkan BPIH 2022 sebesar Rp 81,7 juta. Artinya ada kenaikan sebesar Rp 8,2 juta.

Baca juga : TNI AL Gelar Manasik Calon Jemaah Haji 2023

Memang, kenaikan ini jauh dari angka yang diusulkan Kementerian Agama (Kemenag). Untuk Bipih, awalnya Kemenag mengusulkan agar biaya yang ditanggung setiap jemaah sebesar Rp 69 juta, dengan argumentasi skema penggunaan nilai manfaat tabungan haji jemaah lebih berkeadilan. Sedangkan untuk BPIH, Kemenag mengusulkan sebesar rata-rata Rp 98,8 juta.

Adsense

Dengan kenaikan, kita berharap, pelayanan haji tahun jauh lebih prima dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dalam beberapa musim haji terakhir, kita sudah jarang mendengar keluhan jemaah mengenai pemondokan, baik di Makkah, Madinah, maupun di Mina. Pemondokan untuk jemaah haji Indonesia sudah terbilang baik.

Baca juga : Biaya Haji 2023 Dipastikan Naik

Demikian juga untuk transformasi di Tanah Suci. Kita kini sudah punya Bus Shalawat yang beroperasi selama 24 jam nonstop. Jemaah kita tidak lagi harus berjalan jauh dari pemondokan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Yang masih sering dikeluhkan adalah masalah catering. Dalam beberapa tahun terakhir, catering yang disajikan untuk jemaah sudah sesuai dengan lidah Indonesia. Juru masaknya juga orang Indonesia. Hanya saja, masih muncul kasus masakan kurang matang atau basi. Hal ini harus benar-benar diperhatikan. Untuk musim haji ini, kasus-kasus seperti itu jangan muncul lagi. Karena masalah makanan berkaitan erat dengan kesehatan jemaah dan kenyamanan dalam melaksanakan ibadah haji.

Baca juga : Puan Rendah Hati

Hal lain yang harus diperhatikan adalah penanganan kesehatan. Meski saat ini pembatasan akibat Covid-19 sudah dicabut, tapi penanganan kesehatan tidak boleh kendor. Potensi penularan Covid-19 dan virus lainnya ke jemaah haji kita masih mungkin terjadi. Untuk itu, tim kesehatan haji harus selalu standby. protokol penanganannya juga harus jelas. Jika ada jemaah sakit atau terinfeksi virus tertentu, prosedurnya harus jelas.

Kita berharap, dengan kenaikan yang ada, meski jumlahnya jauh di bawah yang diusulkan Kemenag, fasilitas yang diberikan kepada para jemaah harus benar-benar baik. Ingat, para jemaah haji adalah tamu Allah. Maka, tugas negara adalah melayani mereka sebaik mungkin. Agar mereka dapat beribadah secara khusyuk, dan pulang ke Tanah Air sebagai haji mabrur.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense