BREAKING NEWS
 

Mendambakan Pilkada Damai

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Senin, 2 September 2024 00:24 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Tahapan Pilkada 2024 sudah dimulai. Bakal calon yang akan bertarung juga mulai kelihatan, meski belum ditetapkan KPU. Kemungkinan, sebagian besar bakal calon yang mendaftar akan lolos sebagai kontestan Pilkada 2024.

Bila diukur dari skalanya, Pilkada 2024 adalah yang terbesar dalam sejarah republik ini. Ada 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota yang akan memilih kepada daerahnya. Untuk provinsi, hanya DIY yang tidak melakukan pemilihan, karena statusnya yang istimewa. Sedangkan untuk kabupaten/kota, hanya 5 wilayah di Jakarta yang tidak melakukan pemilihan, karena berstatus kota/kabupaten administrasi.

Dengan skala yang begitu besar, potensi kerawanan juga sangat tinggi. Kerawanan ini bukan hanya terjadi di daerah-daerah dengan perhatian tinggi, seperti Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara. Kerawanan juga terjadi di daerah-daerah kecil.

Baca juga : Berharap ke DPR Baru

Untuk daerah dengan perhatian tinggi, kita bersyukur, sampai saat ini belum terjadi “gelombang” besar apalagi “badai” dalam Pilkada. Para kontentannya, seperti Ridwan Kamil, Pramono Anung, Ahmad Luthfi, dan Andika Perkasa, juga sudah menyatakan komitmennya mewujudkan Pilkada damai. Bahkan bukan hanya damai, tapi juga riang gembira.

Adsense

Komitmen ini perlu terus dijaga, juga dipertegas sampai kepada para pendukungnya. Sebab, potensi konflik dalam Pilkada tidak hanya berasal dari para kontestan. Seringkan konflik juga muncul dari gerakan para pendukung fanatik. Biasanya dimulai dari menyebarkan hoaks atau memprovokasi, lalu menggalang massa. Jika tidak terkontrol dan tak diantisipasi dengan baik, hal ini bisa menyebabkan gesekan.

Komitmen yang sama perlu diteguhkan di daerah-daerah kecil. Komitmen tersebut jangan sampai hanya sekadar seremoni dalam deklarasi yang digelar di tiap-tiap KPU. Komitmen itu harus sampai ke sanubari dan dipraktikkan dalam semua tahapan Pilkada. Terutama dalam menyikapi hasil Pilkada nanti.

Baca juga : Bukan Dewan Perwakilan Artis

Komitmen dari kontestan dan pendukung ini sangat penting. Sebab, dalam Pilkada-pilkada sebelumnya, kita sering mendengar, terjadi kasus kerusuhan antarpendukung yang tak terima dengan hasil Pilkada. Bahkan, di beberapa kasus, kantor KPU sampai dibakar oleh massa yang marah. Tentu kita tidak ingin hal ini terulang kembali.

Untuk itulah, komitmen damai tersebut sangat penting. Untuk kontestan, jangan ada lagi yang menyebarkan narasi-narasi yang membakar emosi massa. Untuk pendukung, tak perlu terlalu fanatik terhadap calon. Ingat, persatuan, persaudaraan, dan keamanan lebih penting ketimbang jagoan menang dalam Pilkada.

Sedangkan, untuk petugas keamanan, perhatiannya jangan hanya terfokus pada daerah-daerah “seksi”. Agar Pilkada damai, semua daerah harus mendapatkan perhatian ekstra. Jika ada bibit-bibit api perselisihan, segera padamkan. Jangan menunggu sampai api besar, baru bertindak.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense