Dark/Light Mode

Spanduk Pilkada Yang Nggak Laku

Senin, 19 Agustus 2024 00:25 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Spanduk dan baliho bakal calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada 2024 sempat begitu menjamur. Hampir di semua daerah, spanduk dan baliho tersebut bertebaran di mana-mana. Mungkin, hanya di Jakarta saja yang jumlahnya tidak banyak. Sedangkan di daerah lain, pemasangan spanduk dan baliho begitu banyak. Bahkan, di salah satu kota di Jawa Barat, ada lebih dari 20 kandidat memasang spanduk dan baliho di pinggir jalan.

Mendekati waktu pendaftaran, jumlah spanduk dan baliho itu mulai berkurang. Ada yang sudah rusak, ada yang dicopot “lawan”-nya, ada juga yang ditertibkan pemda setempat. Apalagi, sebagian besar spanduk tersebut dipasang tanpa izin, dengan tiang sekadarnya.

Baca juga : Mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan

Selain itu, para kandidat calon kepala daerah juga mulai terseleksi. Saat ini, tinggal kandidat calon yang sudah memiliki tiket untuk maju di Pilkada 2024 atau kandidat yang masih berusaha untuk mendapatkan tiket, yang masih mempertahankan spanduk dan baliho mereka. Sedangkan yang sudah pasti tersisih, mereka sudah menghentikan memasang spanduk dan baliho tersebut.

Jika dilihat dari efektivitasnya, pemasangan spanduk di era sekarang sudah tidak ampuh lagi. Di satu sisi, masyarakat sudah semakin melek dengan teknologi dan politik. Mereka tidak gampang dipengaruhi hanya dengan banyaknya spanduk yang dipasang di pinggir jalan. Karena itu, tak heran, pemasangan spanduk dan baliho tak banyak membantu meningkatkan elektabilitas kandidat calon.

Baca juga : Kekalahan Hasil Survei

Di lain sisi, politik saat ini berjalan “anomali”. Partai tidak lagi menjadikan elektabilitas kandidat sebagai pegangan. Setinggi apa pun elektabilitas kandidat, jika parpol-parpol tidak berkenan, dia tidak akan diusung. Yang diusung parpol adalah orang yang mereka bentuk, yang mereka percaya, dan mungkin yang bisa mereka “pegang”. Mereka pun sudah punya cara untuk memenangkan kandidat itu, yaitu dengan memborong semua parpol dalam satu koalisi.

Dengan kondisi ini, pemasangan spanduk dan baliho dari sebagian besar kandidat itu sia-sia belaka. Tanpa punya citra yang baik, pemasangan spanduk dan baliho itu tidak akan meningkatkan popularitas dan elektabilitas mereka. Tanpa punya koneksi dan dukungan dari parpol, pemasangan spanduk dan baliho itu juga takkan menolong mereka untuk mendapatkan tiket maju di Pilkada 2024.

Baca juga : Jangan Lupakan Ancaman Kemarau

Namun, perlu diakui, pemasangan spanduk dan baliho tetap memiliki sisi positif. Dengan pemasangan spanduk dan baliho tersebut, perusahaan percetakan mendapat banyak orderan. Setidaknya, ekonomi di akar rumput bergerak dari pemasangan spanduk ini. Semakin banyak kandidat calon kepala daerah yang memasang spanduk, semakin besar pula perputaran uangnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.