Dark/Light Mode

Semoga Rupiah Terus Gagah

Rabu, 21 Agustus 2024 05:39 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Rupiah sedang gagah. Sejak awal Agustus 2024, nilai tukar mata uang garuda ini terus naik. Dalam perdagangan Selasa, 20 Agustus 2024, nilai tukar rupiah ditutup sekitar Rp 15.400 per dolar AS. Angka ini menguat hingga Rp 800 dibanding dengan perdagangan pada 1 Agustus 2024, yang masih di angka Rp 16.200 per dolar AS.

Kenaikan rupiah ini tentu menjadi kabar menggembirakan. Setidaknya, dalam bulan ini, mata uang kita bebas dari serangan dolar AS, yang biasanya “mengamuk” dan sulit dijelaskan penyebabnya.

Dengan kenaikan nilai tukar rupiah, ekonomi kita tidak anomali lagi. Sebelumnya, kita banyak mengalami keanehan. Itu terjadi karena pertumbuhan ekonomi kita baik, namun nilai tukar rupiah malah remuk redam.

Baca juga : Spanduk Pilkada Yang Nggak Laku

Beberapa analis menyebut, kenaikan nilai tukar rupiah ini karena adanya pemangkasan suku bunga oleh The Fed, bank sentral AS. Ada juga yang bilang, kenaikan ini didorong efek positif reshuffle kabinet. Namun, apa pun itu, kita berharap kenaikan rupiah ini terus berlanjut. Atau paling tidak, rupiah bisa stabil.

Penguatan nilai tukar rupiah ini sangat penting. Sebab, banyak barang yang masih kita impor. Salah satu yang paling terasa ada BBM. Saat rupiah melemah, harga BBM non subsidi akan naik. Terlebih lagi ketika harga minyak dunia juga naik, harga BBM langsung melonjak.

Selain itu, banyak bahan mentah dalam industri kita juga berasal dari impor. Ketika dolar tinggi, cost industri kita menjadi tinggi pula. Tidak heran jika daya saing produk kita sering kalah dibanding dengan negara-negara lain, terutama China.

Baca juga : Mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan

Di sisi lain, melemahnya rupiah juga bisa membuat APBN jebol. Sebab, banyak utang yang harus dibayar dengan dolar. Lalu, pembayaran impor BBM untuk subsidi juga pakai dolar.

Maka, menguatnya nilai tukar rupiah saat ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing, menekan subsidi, dan menaikkan daya beli masyarakat. Dengan demikian, kenaikan rupiah ini bisa mendorong ekonomi kita tumbuh lebih besar lain.

Memang, kenaikan rupiah juga menimbulkan efek negatif. Harga produk ekspor kita menjadi lebih rendah dibanding saat dolar yang naik. Namun, efek negatif ini lebih kecil dibanding keuntungan yang diraih. Efek negatifnya hanya dirasakan para eksportir. Sedangkan keuntungannya dirasakan oleh mayoritas masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.