RM.id Rakyat Merdeka - Pertarungan di Pilkada 2024 telah menyedot perhatian dan energi dari banyak pihak. Dari mulai parpol, pemerintah, civil society, mahasiswa, aparat keamanan, sampai warga biasa. Di forum-forum resmi, dalam podcast-podcast, dalam diskusi di kampus, obrolan di warung kopi, dan cuitan di dunia maya, didominasi urusan politik Pilkada.
Tentu, ngobrol mengenai politik memang boleh. Hal ini bagian dari kebebasan berpendapat dan pendewasaan dalam demokrasi. Semakin banyak yang diobrolkan, politik diharapkan semakin berbobot, dan tujuan untuk menyejahterakan masyarakat melalui jalur politik bisa tercapai.
Baca juga : Mendambakan Pilkada Damai
Namun, perlu diingat, urusan di negeri ini bukan hanya politik. Banyak urusan penting lain yang perlu segera diselesaikan. Utamanya yang berkaitan dengan perut rakyat. Upaya mengatasi masalah ini jangan sampai terganggu oleh gaduhnya pertarungan di Pilkada 2024.
Dalam urusan terkait perut rakyat, saat ini ada dua masalah besar yang perlu segera selesaikan: menurunnya kelas menengah dan badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih menghantui para karyawan. Jika urusan ini tak bisa diselesaikan dengan cepat, pengangguran akan bertambah, konsumsi akan menurun, dan ekonomi pun akan melemah.
Baca juga : Berharap ke DPR Baru
Kelas menengah adalah masyarakat dengan pengeluaran sekitar Rp 2.040.262 – Rp 9.909.844 per kapita per bulan. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kelas menengah kita turun drastis. Dari 57,33 juta pada 2022 menjadi 47,85 juta pada 2024. Dalam tempo empat tahun, turunnya sampai 9,48 juta orang. Dengan turunnya jumlah kelas menengah, daya beli di masyarakat juga turun.
Di saat yang sama, PHK masih terus-terusan terjadi. Dalam data Kementerian Ketenagakerjaan, dari awal tahun sampai Agustus kemarin, jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 46.240 orang. Dengan adanya PKH ini, berarti ada pengangguran baru di tengah masyarakat.
Baca juga : Bukan Dewan Perwakilan Artis
Untuk itu, pemerintah, DPR, dunia usaha, konglomerat, entrepreneur, dan juga masyarakat diharapkan, diharapkan tidak hanya fokus terhadap urusan politik. Urusan ekonomi ini harus dibereskan segera. Caranya, dengan melakukan tugas dan fungsi masing-masing dalam roda ekonomi terus berputar.
Ingat, ekonomi sama krusialnya dengan politik dan demokrasi. Jika ekonomi oleng, rakyat akan menjerit, pengusaha kalang kabut, dan pemerintahan terganggu. Jadi, ekonomi harus terus diperhatikan dan diurus dengan baik meski pertarungan politik sedang sangat seru.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.