RM.id Rakyat Merdeka - Siapa yang disasar Presiden Prabowo ketika mengingatkan anak buahnya supaya meninggalkan dendam politik?
Bisa jadi, anggota kabinet yang terkait dengan penegakan hukum. Karena, dendam politik bisa muncul dari jalur penegakan hukum. Bisa juga lewat kebijakan atau policy.
Dalam beberapa isu dan kebijakan, menghilangkan dendam politik sudah dilaksanakan. Misalnya, sejarah politik beberapa mantan Presiden, sudah “diluruskan”.
Saat menggelar konferensi pers di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (8/11), sebelum berangkat meninggalkan Tanah Air selama 16 hari, Presiden Prabowo mengingatkan kembali pentingnya untuk menghilangkan dendam politik.
Baca juga : Pilpres AS Dan Rakyat Indonesia
Apakah ini ada hubungannya dengan kasus-kasus hukum terkini? Apakah ada semacam “perintah” kepada aparat penegak hukum di Kabinet Merah Putih supaya melaksanakan penegakan hukum seadil-adilnya tanpa dendam?
Lalu, ada pertanyaan lanjutannya: apakah “perintah” ini bisa dijalankan di lapangan? Karena, “kreativitas” dan kepentingan anak buah bisa bermacam-macam.
Dendam, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti “keinginan keras untuk membalas”. Di sini perlu dibedakan antara penegakan hukum yang seadil-adilnya dengan “mencari-cari kesalahan”.
Penegakan hukum, wajib dilaksanakan, tak peduli siapa pun pelakunya. Tanpa pandang bulu. Tanpa tebang pilih.
Baca juga : Arus Gerakan Bersih-bersih
Karena itu, kita mendukung penegasan Presiden dalam kesempatan yang sama sebelum terbang ke luar negeri bahwa kita “harus tegas, harus berani, tapi juga harus bersih dari muatan-muatan politis dan dendam-dendam politik”.
Penegasan-penegasan tersebut bisa juga dimaknai bahwa selama 16 hari lawatan Presiden, jangan sampai ada kebijakan, keputusan serta putusan yang mengundang kegaduhan dan kontroversi.
Pesannya kira-kira “jaga rumah baik-baik. Jangan ada yang macam-macam!”.
Karena, selain soal dendam politik, Presiden juga mengingatkan kabinet dan pemerintahannya supaya bersih dari penyimpangan, inefisiensi, manipulasi, serta kongkalikong dengan pihak-pihak lain.
Baca juga : Lagi, Pagar Makan Tanaman
Karena itu, “tes atau ujian pertama” selama 16 hari ini sangat penting dan strategis. Akan menjadi catatan yang menentukan bagi seluruh petinggi pemerintahan. Apalagi, “kreativitas” dan kepentingan serta godaan para pejabat, sangat bervariasi.
Kita berharap, anggota kabinet dan seluruh jajaran pemerintahan Prabowo bisa menjalankan pesan dan perintah ini dengan baik, benar dan adil. Tanpa kegaduhan dan kontroversi atau memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk “bermain”.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Minggu, 10 November 2024 dengan judul "Tes Penting16 Hari"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.