Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - “Bersih-bersih” sudah dimulai di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Belasan pegawai dan pejabat yang “membina” serta melindungi ribuan situs judi online, ditangkap. Mereka terancam dipecat.
Gerakan bersih-bersih ini diharapkan bisa berlanjut ke Kementerian atau Lembaga lainnya. Tidak hanya berhenti di Komdigi. Bahkan, di Komdigi pun, jangan ada tebang pilih.
Kita berharap sembari meneguhkan keyakinan bahwa gerakan bersih-bersih ini tidak panas-panas tai ayam. Tidak juga sebatas “gerakan seratus hari pertama”. Karena itu, dibutuhkan konsistensi dan ketegasan. Tidak pandang bulu.
Keyakinan itu didasari arahan dan tekad yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memberi pengantar sidang kabinet paripurna yang pertama di Kantor Presiden, Rabu (23/10) lalu.
Baca juga : Lagi, Pagar Makan Tanaman
“Ini harus ditopang penegakan hukum yang tidak ragu-ragu. Saya minta Jaksa Agung, Kapolri, BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), Badan Intelijen Negara, fokus. Ancaman berat bagi kita; judi online, narkoba, penyelundupan, penyelewengan, korupsi, kebocoran,” tegas Presiden Prabowo saat memimpin sidang.
Pemberantasan judi online sudah dimulai. Tapi, jangan hanya menangkap influencer atau pegawai Komdigi saja. Perlu dilakukan secara total. Menyeluruh. Karena persoalan ini sudah sangat serius dan mengkhawatirkan. Targetnya bukan lagi orang dewasa, melainkan anak-anak dan ibu rumah tangga.
Laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan, ada 2,7 juta orang Indonesia terlibat judi online.
Dari jumlah tersebut, 2,1 juta di antaranya adalah ibu rumah tangga dan pelajar dengan penghasilan di bawah Rp 100.000.
Baca juga : Bukan Sekadar “Shock Therapy”
Transaksi judi online juga terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2023, nilainya mencapai Rp 327 triliun! Korbannya terus berjatuhan. Di seluruh Indonesia.
Sungguh mengerikan. Kalau tidak diseriusi, program makan bergizi gratis pun, bisa terganggu. Karena, kalau anak-anaknya sehat dengan makanan bergizi, tapi terkontaminasi oleh judi online, maka semuanya bisa berantakan.
Karena itu, langkah bersih-bersih di internal semua Kementerian dan Lembaga, patut didukung dan diapresiasi.
Karena, sampai kapan pun, kalau masih ada “pagar makan tanaman”, atau orang dalam yang melindungi dan menerapkan sistem tebang pilih, pemberantasan judi online, tidak akan terwujud. Mustahil.
Baca juga : Langkah Awal Dan Keteladanan
Kemustahilan ini juga berlaku untuk kasus-kasus narkoba, penyelundupan, penyelewengan, korupsi serta kebocoran. Beberapa persoalan tersebut menjadi prioritas yang ditekankan Presiden Prabowo.
“Tidak ada orang di sini yang kebal,” tegas Presiden ketika membuka sidang kabinet paripurna yang pertama di Kantor Presiden, Rabu (23/10) lalu.
Kita tunggu arus gerakan bersih-bersih ini menjalar dan menjadi aksi nasional di semua Kementerian dan Lembaga. Sampai ke daerah-daerah. Di seluruh Indonesia.(*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.