Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Selain hal-hal positif, para menteri juga mulai dicatat “prestasi” negatifnya. Kasus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes-PDT) Yandri Susanto yang menggunakan surat resmi kementerian untuk acara pribadi, menjadi pelajaran berharga.
Hati-hati, karena sekarang, mata dan telinga serta jari netizen, jauh lebih tajam dan sensitif. Persoalan-persoalan yang biasanya dianggap “sepele” bisa tiba-tiba menjadi batu sandungan.
Sebenarnya, kinerja yang baik dan profesional tidak perlu berlandaskan motif “takut sama netizen”. Tapi memang benar-benar murni bekerjalah untuk rakyat, bangsa dan negara. Membantu dan meringankan beban Presiden. Itulah prinsip yang perlu dikembangkan para menteri dan para pejabat.
Di awal-awal menduduki kursi jabatan, para menteri mestinya berlomba-lomba menonjolkan langkah-langkah dan kinerja positif. Mencoba meraih simpati dan kepercayaan rakyat.
Baca juga : “Mengejar Harimau”
Karena, akibat ulah satu-dua orang menteri, maka irama kerja yang diharapkan smooth dan “gaspol”, bisa terganggu. Bahkan, sekarang ada yang berspekulasi, “ini baru satu dua hari, bagaimana kalau sebulan dua bulan…”.
Karena itu, semua menteri perlu berhati-hati dan waspada. Tidak mudah tergoda. Saat ini, loyalitas bukan lagi kepada parpol atau ormas pengusung, tapi kepada rakyat, bangsa dan negara.
Lagi pula, saat ini, para menteri sedang menjalani Ujian Nasional Kabinet semester satu, yang hasilnya akan dicatat oleh “kepala sekolah”.
Rapornya akan dibagikan saat evaluasi semester satu, pertengahan tahun depan. Hasilnya, lulus atau tidak lulus alias di-reshuffle. Sekarang, sudah ada yang “bertaruh” kapan reshuffle jilid satu akan dilakukan Presiden Prabowo.
Baca juga : Harapan Baru, Langsung Ngegas
Saat ini dibutuhkan pemahaman bahwa kinerja yang baik serta kehati-hatian para menteri akan sangat membantu menumbuhkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Bahkan, dengan berkinerja baik pun belum tentu bisa langsung meraih simpati atau kepercayaan rakyat, apalagi kalau kinerjanya pas-pasan atau jeblok.
Karena itu, rakyat membutuhkan dan menuntut para menteri berkinerja fantastis. Excellent. Bukan yang standar. Apalagi minus. Apalagi di tengah tantangan geo politik yang sedang bergejolak, serta tantangan dalam negeri yang tak kalah hebatnya.
Kita berharap, ke depannya, para menteri tidak sekadar berhati-hati, tapi juga bisa bekerja dengan hati, tulus, sehingga bisa menghasilkan prestasi yang segera dirasakan oleh rakyat.
Baca juga : Merawat Asa Antikorupsi
Rakyat menunggu prestasi lewat aksi, kinerja dan kebijakan yang pro rakyat. Bukan pro yang lain. Bukan pula kontroversi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.