RM.id Rakyat Merdeka - Sudah banyak yang ditangkap tangan saja korupsi masih marak dan tidak ada rasa takutnya, apalagi kalau tangkap tangan dihapus. Bisa tambah parah.
Tapi begitulah yang mencuat saat fit and proper test calon pimpinan KPK di DPR, Selasa (19/11) lalu. Salah seorang capim KPK Johanis Tanak menegaskan akan menghapus operasi tangkap tangan (OTT) jika terpilih menjadi pimpinan KPK.
“Program” tersebut disambut para penguji, anggota Komisi III DPR, dengan tepuk tangan meriah. Apakah ini pertanda bahwa Johanis, yang sekarang masih menjabat Wakil Ketua KPK, akan terpilih menjadi pimpinan atau ketua KPK?
Tepuk tangan tersebut bisa ditafsirkan tanda setuju. Namun, tanda setuju belum bisa diartikan bahwa DPR akan memilih Johanis Tanak sebagai pimpinan KPK.
Baca juga : KPK Dan Tumbuh Delapan Persen
Bisa saja, dalam hati anggota DPR berkata, “kalau KPK mau meniadakan operasi tangkap tangan, sama saja kita memberitahu maling bahwa dia tidak akan ditangkap tangan”.
Selama ini, OTT menjadi salah satu alat penting bagi KPK untuk menangkap dan mengungkap kasus korupsi. Sudah banyak pejabat seperti kepala daerah, anggota legislatif pusat maupun daerah yang ditangkap tangan.
Kalau operasi tangkap tangan dihapus, maka benteng KPK kian mudah ditembus. Keropos, kemudian pilarnya runtuh satu per satu. Ambruk. Tinggal papan nama yang menyisakan nama besar masa lalu.
Bahkan, secara satire, nantinya, bisa saja korupsi dianggap tidak lagi dinilai sebagai perbuatan tercela, melainkan hanya ungkapan terimakasih dan balas jasa. Itu menjadi bagian dari “budaya” bangsa, seperti halnya membayar upeti di masa lalu.Sehingga sah-sah saja.
Dengan demikian, kita harus menghormati orang yang membayar upeti, karena mereka tidak sama dengan maling ayam yang tidak berupeti.
Segetir apa pun satirenya, pemberanta san korupsi yang saat ini sangat rapuh, harus kembali digalakkan. Salah satu harapan ada di pundak KPK. Apalagi KPK sekarang sedang berada di titik nadir. Di sinilah pentingnya peran pimpinan atau ketua KPK.
Selain itu, komitmen pemerintahan Prabowo yang bertekad memberantas korupsi, diharapkan bisa segera terwujud dan berjalan di lapangan. Di seluruh Indonesia. Konkret, tegas, koordinatif, menyeluruh dan berkesinambungan. Tanpa pandang bulu.
Kita menunggu siapa yang akan dipilih DPR untuk menjadi pimpinan dan Dewas KPK. Ada 10 calon pimpinan dan 10 calon Dewas KPK yang kelayakan dan kepatutannya sedang diuji DPR.
Baca juga : Bansos Dan Abnormalitas Cile
Masing-masing lima calon pimpinan dan lima calon Dewas KPK yang terpilih rencananya akan diumumkan Kamis (21/11) ini. Mereka akan bertugas selama lima tahun ke depan, menggantikan Firli Bahuri cs.
Apakah Johanis Tanak termasuk yang dipilih? Apakah OTT benar-benar akan ditiadakan? Apakah KPK akan kembali galak atau justru kian keropos? Kita tunggu hasilnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.