RM.id Rakyat Merdeka - Kasus-kasus dan kehebohan yang datang silih berganti mestinya melahirkan perbaikan. Ada evaluasi dan refleksi serius yang berkelanjutan. Bukan sekadar viral atau heboh seminggu dua minggu, lalu hilang tak berbekas, tidak membawa dampak positif.
Sekarang jagat isu masih dikuasai pagar laut misterius di Tangerang, Ban ten sepanjang 30 km. Pagarnya terus dibongkar, tapi substansi masalahnya tidak. Masih ngambang dan tidak jelas. Bahkan terkesan saling lempar.
Sebelumnya, ada kasus heboh korupsi tata niaga timah Rp300 Triliun. Mestinya, kasus ini membawa perbaikan total terhadap tata niaga timah. Jangan sebatas vonis terhadap pelaku, lalu selesai.
Sebelumnya lagi, ada kasus-kasus korupsi besar yang nilainya juga ratusan triliun. Kasus-kasus tersebut menguasai wacana publik. Sangat heboh. Menyita perhatian.
Baca juga : Menunggu Efek Rp 306 Triliun
Kita berharap, energi yang tersita oleh kehebohan tersebut bisa melahirkan perbaikan serius dan peta jalan yang jelas bagi pemberantasan korupsi di negeri ini.
Yang juga sempat menghebohkan adalah kasus pinjaman dan judi online. Sempat mendominasi atmosfer pemberitaan, isu ini lama-lama meredup. Kembali ke “selera asal” atau setelan pabrik.
Begitulah isu datang silih berganti. Ditambah psikologi masyarakat yang mudah lupa, serta kesadaran yang belum tumbuh, isu-isu besar dan strategis tersebut hanya menyisakan kehebohan sesaat. Paling lama dua-tiga minggu.
Evaluasi dan refleksi yang sangat dibutuhkan, nyaris tak signifikan.
Baca juga : Hati-hati `Kuda Mati`
Akibatnya, kasus serupa sangat mung kin terulang lagi. Begitu saja siklusnya.
Pemerintahan Prabowo-Gibran sudah melewati 100 hari pertama kepemimpinannya pada 28 Januari 2025 lalu.
Pasangan yang dilantik pada 20 Oktober 2024 tersebut, perlu merangkum banyak kasus yang terjadi di seratus pertama menjadi sebuah agenda-agenda aksi yang konkret dan berkelanjutan. Sungguh sangat disa yangkan kalau dilewatkan dan dibiarkan berserakan begitu saja.
Sesungguhnya, pilar demokrasi bukanlah kebebasan berpendapat atau memberi masukan atas kasus-kasus tersebut, melainkan bagaimana kritikan dan masukan tersebut ditindaklanjuti secara serius dan signifikan.
Baca juga : Hati-hati “Kuda Mati”
Karena, sebanyak dan sekuat apa pun kritikan serta masukan, kalau tidak ditindaklanjuti serius, akan percuma saja. Tidak bermakna.
Kita berharap, dari rangkaian kasus tersebut bisa diramu menjadi “obat mujarab” yang menyehatkan. Melahirkan gebrakan taktis dan strategis untuk upaya perbaikan. Bukan sekadar viral dan heboh seminggu dua minggu lalu menghilang. Kita tunggu ramuan dan aksi-aksinya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.