Dark/Light Mode

Hati-hati “Kuda Mati”

Minggu, 26 Januari 2025 04:15 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan, 280 Proyek Strategi Nasional (PSN) perlu dievaluasi. Presiden bahkan ingin terjun langsung menyisir proyek-proyek yang diberikan banyak kemudahan tersebut. 

Terkait hal ini, kita teringat nasihat bijak Suku Indian, Dakota: ketika anda menyadari bahwa kuda yang anda tunggangi sudah mati, turunlah. Segera cari kuda lain.

Sayangnya, dalam kasus-kasus tertentu, entah karena ego, investasi yang terlampau besar, dianggap “sudah telanjur” atau ada kepentingan lain, tidak sedikit program yang dipertahankan walau pun “kuda itu sudah mati”.

Pada November 1999, Majalah Guardian menulis tentang “teori kuda mati”. Tulisan tersebut seperti pengantar memasuki milenium baru. Sudah berusia seperempat abad, namun tulisan ini masih relevan untuk konteks sekarang.

Baca juga : Menanti “Blusukan Kebijakan”

Guardian menulis, seringkali ada yang ingin menghidupkan kuda mati dengan berbagai macam strategi. Misalnya, membeli cambuk yang lebih kuat, mengganti penunggangnya, atau membentuk tim peneliti untuk mempelajari kuda yang sudah terkapar tersebut.

Tidak cukup dengan itu. Strategi lain juga dilakukan. Misalnya: melakukan studi banding untuk mempelajari bagaimana negara lain menunggang kuda mati. Atau, melakukan klasifikasi bahwa kuda tersebut “masih hidup, cuma sedikit cacat”.

Cara lain juga ditempuh, misalnya, mengganti dan mempekerjakan lembaga perkudaan yang dianggap ahli menangani kuda mati. Atau, mengikat dan menyatukan kuda-kuda mati tersebut disertai harapan akan bisa meningkatkan speed.

Atau, strategi lain: menggelontorkan dana tambahan, melakukan pelatihan penunggang kuda mati, mencari penunggang yang lebih ringan untuk mengurangi beban, dan sebagainya.

Baca juga : Gaduh, Tertibkan Kembali Barisan

Sarannya: jangan lakukan semua itu. Kudanya sudah mati. Segeralah turun. Cari kuda lain. Jangan buang waktu, tenaga dan uang untuk menghidupkan kuda mati.

Di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan beberapa perusahaan negara yang dinilai sebagai “kuda mati”, akhirnya benar-benar dimatikan. Ini langkah tepat. Layak diapresiasi. Daripada “menggarami air laut” atau “menegakkan benang basah”.

Sekarang, Presiden Prabowo akan menyisir dan mengevaluasi ratusan Proyek Strategi Nasional (PSN), di seluruh Indonesia, melibatkan banyak Kementerian. 

berhati-hatilah dengan “kuda mati”. Terkadang, ada ahli yang mengklaim ada obat mujarab untuk menghidupkan kuda mati. Ada pula yang membisiki bahwa “kuda ini belum mati. Dia hanya kelelahan. Dikasih teh manis, pasti segar lagi”.

Baca juga : Pagar, Vonis, Dan Isu Strategis

Sesungguhnya, masih banyak kuda hidup; ada kuda liar, kuda kurus, kuda geladak serta kuda pacu yang tak terpantau dan tak terurus. Mereka membutuhkan biaya dan perhatian serius dibandingkan kuda mati.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.