BREAKING NEWS
 

Menabung Air Hujan

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Senin, 26 Mei 2025 04:09 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Hujan yang masih terjadi di musim kemarau ini tak perlu diratapi. Jangan pula mengkambinghitamkan perubahan cuaca. Justru, hujan yang terjadi saat ini adalah berkah. Yang harus kita lakukan adalah mengelola air hujan tersebut agar tidak menyebabkan banjir.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau sudah dimulai sejak April lalu. Musim panas diperkirakan akan berlangsung hingga September nanti. Namun, hujan masih sering terjadi. Intensitasnya juga cukup tinggi. Di beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya, masih sering tersiar berita banjir.

Kalau terkelola dengan baik, air hujan ini justru sangat menguntungkan bagi kita. Dengan hujan ini, kita bisa memiliki pasokan air yang memadai untuk menghadapi masa kemarau yang akan berlangsung hingga September. Air hujan saat ini kita tabung untuk kebutuhan nanti.

Baca juga : Tetap Waspada Ancaman Banjir

Cara menabungnya adalah dengan meningkatkan resapan air ke dalam tanah. Jadi, pengelolaannya, air hujan itu jangan hanya “dibuang” ke laut dengan dialirkan melalui sungai-sungai—yang kondisinya saat ini sudah sangat menyempit dan dangkal.

Adsense

Tempat resapan air yang efektif adalah ruang terbuka hijau (RTH), semacam taman atau lainnya yang hijau dan banyak ditumbuhi pepohonan. Sayangnya, RTH di sekitar kita jumlahnya sangat minim.

Di Jakarta, luas RTH hanya 5,2 persen dari luas keseluruhan wilayah. Di daerah penyangga juga sama. Kota Bekasi 19 persen, Kota Tangerang 11 persen, Kota Tangerang Selatan 7,5 persen, Kota Depok 16,3 persen, dan Kota Bogor 10,9 persen. Padahal, berdasarkan Undang-Undang Tata Ruang, luas RTH minimal 30 persen dari luas wilayah.

Baca juga : Melanjutkan Cita-cita Reformasi

Harus ada komitmen dan upaya konkret dari para kepala daerah, agar luas RTH tersebut bisa meningkat. Agar resapan air ke tanah saat hujan tiba bisa optimal. Caranya, bisa dengan memperbanyak taman, mewajibkan pemilik gedung dan perumahan untuk menyisakan ruang hijau. Jangan semuanya lahan ditutup dengan beton-beton dan aspal yang menghalangi resapan air.

Cara lain untuk menabung air hujan adalah dengan memperbanyak sumur biopori, bioretensi, dan sumur resapan jenis lainnya. Sayangnya, pembuatan sumur-sumur semacam ini terkesan hanya “musiman”. Di Jakarta, pembuatan sumur biopori sempat digalakkan pada 2010. Namun, setelah itu, gerakan pembuatan sumur ini nyaris tak terdengar lagi.

Dengan perubahan iklim yang semakin ekstrem, kesadaran untuk meningkatkan RTH dan daerah resapan air semestinya meningkat. Kita tak boleh cuek dan tak acuh. Kita harus berubah dalam mengelola lingkungan. Harus lebih peduli dengan kelestarian alam. Jika tidak, bencana akan terus mengintai kita dan anak cucu. Kalau kita tidak bersahabat dengan lingkungan, banjir dan kekeringan takkan terelakkan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense