Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Kabar baik datang untuk para guru honorer. Pemerintah bakal memberi bantuan bagi mereka sebesar Rp 300 ribu per bulan. Jumlah ini memang tidak besar. Namun, hal ini cukup menegaskan perhatian Pemerintah kepada pahlawan yang betul-betul tanpa tanda jasa tersebut.
Selama ini, nasib guru honorer sangat memprihatinkan. Apalagi yang mengajak di daerah. Kehidupan mereka jauh dari sejahtera. Gaji mereka sangat rendah. Dibanding Upah Minimum Regional (UMR) para buruh pun, gaji mereka kalah jauh.
Rata-rata, gaji para guru honorer di bawah Rp 1 juta per bulan. Ada yang Rp 300 ribu, bahkan Rp 100 ribu. Padahal, tugas mereka sangat mulia. Membantu mencerdaskan anak bangsa.
Baca juga : Menyejahterakan Buruh/Pekerja
Penghasilan mereka jauh dibanding dengan biaya pendidikan yang sudah dikeluarkan saat kuliah. Untuk menjadi guru, mereka harus menempuh pendidikan di kampus selama empat tahun. Ada yang lebih. Banyak orang tua dari guru itu rela menjual tanah untuk biaya kuliah anaknya. Namun, setelah anaknya lulus, dan jadi guru honorer, kehidupannya jauh dari sejahtera.
Akibat kondisi ini, banyak guru yang terjerat pinjaman online (pinjol), bank keliling, atau bank emok. Sebenarnya, mereka tidak mau meminjam uang kepada para lintah darat tersebut. Namun, karena kebutuhan yang mendesak dan gaji yang tak seberapa, membuat mereka terpaksa berhutang.
Dengan adanya bantuan Rp 300 ribu per bulan dari Pemerintah, diharapkan bisa menambah kemampuan ekonomi para guru honorer. Langkah Pemerintah Pusat ini seyogyanya diikuti oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Jika Pemda punya perhatian sama, misalnya ikut memberikan bantuan Rp 300 ribu atau Rp 200 ribu, penghasilan guru honorer akan semakin baik. Kesejahteraan mereka pun diharapkan bisa meningkat.
Baca juga : Mewujudkan Swasembada Selain Beras
Nasib pahlawan tanpa tanda jasa lain yang juga harus diperhatikan adalah guru swasta. Yang mengajar di sekolah swasta, yayasan, madrasah, dan juga pondok pesantren.
Untuk sekolah swasta besar di kota, guru gajinya sudah lumayan. Rata-rata setara atau di atas UMR. Namun, untuk sekolah swasta kecil di daerah, nasib gurunya sama dengan guru honorer. Bahkan ada yang lebih memprihatinkan. Gaji mereka tidak menentu. Tergantung dari kelancaran SPP siswa. Saat banyak orang tua siswa tak mampu membayar SPP, para guru harus rela tak gajian dulu. Sungguh miris.
Ke depan, perhatian kepada para guru tersebut harus lebih besar lagi. Dari Pemerintah Pusat, Pemda, dan juga pihak lain, harus bahu-membahu menyejahterakan mereka. Sebab, para guru ini adalah tulang punggung dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.
Baca juga : Pilkada Yang Diulang-ulang
Beri mereka kehidupan yang layak. Agar mereka fokus dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Agar sumber daya manusia kita semakin andal, cerdas, berkarakter, kreatif, inovatif, sehingga bisa memajukan bangsa.*
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.