Dark/Light Mode

Mewujudkan Target Ekonomi

Rabu, 7 Mei 2025 06:47 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menghadapi tantangan berat untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029. Kondisi dunia yang masih gonjang-ganjing, konflik berkecamuk yang belum berkesudahan, dan perang dagang yang memanas, menjadi aral lintang dalam mencapai target itu.

Akibat goncangan itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini agak tersendat. Pada kuartal I-2025, ekonomi kita tumbuh 4,87 persen. Angka ini di bawah pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal IV-2024, yang sebesar 5,02 persen.

Namun, jalan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen masih ada. Masih terbuka lebar. Apalagi, waktunya masih sangat panjang. Masih ada 4,5 tahun lagi. Yang diperlukan adalah keseriusan membangun fondasi ekonomi, konsistensi mendorong pertumbuhan, inovasi penggerak ekonomi, menghapus segala penghalang, dan eksekusi yang tepat.

Baca juga : Menyejahterakan Guru Honorer

Berdasarkan pendapat para pakar, kita belum mengoptimalkan segala potensi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik. Selama ini kita masih bertumpu pada sektor konsumsi. Sektor lain seperti investasi dan industri belum teroptimalkan.

Kita patut bersyukur dengan pasar dalam negeri yang sangat besar. Dengan pasar yang tinggi ini, pertumbuhan ekonomi kita berada di atas Singapura (3,8 persen), yang sudah menjadi negara maju di ASEAN. Namun, kondisi ini tidak boleh membuat kita puas. Apalagi berbangga diri. Harus ada kerja yang lebih keras lagi, agar pertumbuhan ekonomi terus melonjak.

Sisi yang harus ditingkatkan adalah sektor industri dan investasi. Sejauh ini, dunia industri kita sedang kurang sehat. Banyak perusahaan yang gulung tikar. Pemutuhan Hubungan Kerja (PHK) terjadi di mana-mana. Perusahaan dunia juga tak banyak mendirikan pabrik dan kantor pusat di Indonesia. Di kawasan ASEAN, perusahaan dunia lebih Vietnam sebagai tempat produksi mereka. Itulah alasan, saat ini pertumbuhan ekonomi Vietnam mencapai 6,9 persen.

Baca juga : Menyejahterakan Buruh/Pekerja

Dengan pasar yang besar, sebenarnya banyak perusahaan dunia yang mau berinvestasi dan membangun pabrik/kantor pusat di dalam negeri. Namun, kadang banyak hambatan yang merintangi. Mulai dari proses perizinan, urusan upah, sampai yang terbaru yang bikin heboh yaitu ulah ormas.

Saat ini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah berjalan selama enam bulan. Perjalanan selama satu semester ini semoga menjadi pelajaran untuk meningkat pertumbuhan ekonomi. Segala hal yang masih kurang harus ditambal, sedangkan yang baik-baik harus ditingkatkan.

Satu lagi kunci yang tak boleh dilupakan dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi, yaitu kekompakan. Tim ekonomi harus kompak dan punya satu target yang sama. Jangan ada ego-egoan. Lalu, pengusaha, politisi, penegak hukum, dan kalangan buruh juga perlu memberikan dukungan. Jika target pertumbuhan 8 persen tercapai, kesejahteraan bagi semua pun bisa terwujud.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.