RM.id Rakyat Merdeka - Aaron Blake bukan peramal. Dia penulis di Washington Post. Tepat empat bulan lalu, dia memberi judul analisisnya seperti seorang peramal ulung: “Why Elon Musk Could be A Problem for Trump”.
Judul tersebut terbukti benar. Sangat tepat. Hubungan yang sangat mesra antara Presiden AS Donald Trump dengan pengusaha super kaya Elon Musk, berakhir. Sangat cepat. Mereka saling serang di media sosial. Sangat keras. Sangat tajam.
Pecahnya kongsi ini menggambarkan, antara politisi dan pengusaha seringkali “berselingkuh”. Ada yang terungkap, ada yang tidak. Ketika berpisah, ada yang terlibat perang terbuka, ada yang meminjam “tangan” orang lain.
Baca juga : Kurban Dan Viatina Brazil
Mencampuradukan politik dan bisnis memang sangat berisiko. Antara kekuasaan dan uang, godaannya banyak. Sangat berbahaya. Contohnya: kasus Trump dan Musk.
Tidak jarang, celah untuk menyerang seorang pemimpin, melewati jalan memutar. Si pengusahanya diserang.
Seperti tulisan Aaron Blake, 6 Februari 2025 tersebut: Mengapa Elon Musk Bisa Menjadi Masalah bagi Trump.
Baca juga : Bukan Sekadar “Klasemen Korupsi”
Di sini yang dilihat “bisa menjadi masalah bagi Trump”. Bagi kelangsungsan politik Trump. Padahal, yang utama dan penting: masalah buat rakyat dan negara.
Dari mana awalnya? Dari membantu pendanaan kampanye Trump. Imbalannya, Musk mendapat subsidi untuk berbagai macam proyeknya, termasuk kendaraan listriknya.
Tapi karena alasan efisiensi, Trump membatalkan subsidi itu. Musk marah. Trump kecewa. Akibatnya: pisah jalan.
Baca juga : Rutinitas Reshuffle
Konflik kepentingan. Itulah yang sering terjadi ketika politik dan bisnis disatukan. Ketika pengusaha masuk dunia politik, maka kebijakan yang dibuatnya sangat mungkin mempertimbangkan kepentingan bisnisnya. Cuan atau tidak.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.