Dark/Light Mode

Rutinitas Reshuffle

Selasa, 27 Mei 2025 06:28 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Apakah akan ada reshuffle kabinet? 

Bisa iya, bisa tidak. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjawab, “Alhamdulillah, sampai hari ini belum ada pembahasan mengenai reshuffle. Belum ada,” ungkap Prasetyo Jumat, 23 Mei 2025. 

“Belum” bukan berarti tidak ada. Bisa jadi hanya soal waktu. Bisa seminggu, sebulan, atau bahkan setahun lagi. Reshuffle ibarat keniscayaan. Dalam sejarah Indonesia, tidak ada kabinet yang tidak dirombak. Selalu ada refresh

Isu reshuffle sempat mencuat Februari 2025 lalu, setelah seratus hari pemerintahan Prabowo-Gibran. Saat itu, jawaban Istana tampak lebih tegas dibanding sekarang. Jawabannya cenderung “tidak ada”. Sekarang, sedikit dinamis: “belum ada reshuffle”. 

Baca juga : Rinus Dan Total Anti Korupsi

Apa pun itu, isu reshuffle sebenarnya agak elitis bagi rakyat. Rakyat tidak terlalu peduli siapa menterinya. Yang penting bisa membawa perbaikan. Bukan sebaliknya. 

Mengganti menteri bisa dilakukan kapan pun, tapi mencari pengganti yang lebih baik, itu jauh lebih penting dan strategis. Esensi reshuffle bukan sekadar mencopot atau tukar posisi, tapi mencari yang lebih baik.

Setelah enam bulan lebih pemerintahan berjalan, Presiden Prabowo tentu sudah punya evaluasi mendalam. Terutama evaluasi kinerja. Kinerja, tak bisa ditawar-tawar. Parameternya jelas. Ini mestinya menjadi pertimbangan utama.

Kalau pertimbangan politis, bisa ditawar-tawar. Sangat fleksibel. Mestinya, ini menjadi pertimbangan sekunder. Misalnya, apakah mengganti menteri dari parpol dan memasukkan parpol baru akan berdampak terhadap stabilitas peta politik atau tidak.

Baca juga : “Langkah Kanan” Jangan Diganggu

Sekarang, kondisinya menjadi lebih tricky. Karena, ada menteri yang ketika dipilih Presiden masih berstatus “bebas”, tidak berpartai, setelah masuk kabinet langsung berjaket parpol.

Apa pun yang melatarinya, isu reshuffle harus sejalan dengan isu-isu kerakyatan. Mulai dari persoalan kemiskinan sampai pemberantasan korupsi yang sekarang sedang digencarkan. 

Jangan sampai yang di atas sibuk ngurus kursi dan jabatan serta Pemilu 2029, sedangkan rakyat di bawah terus berjibaku menghadapi urusan perut. 

Presiden Prabowo sudah meminta para menterinya untuk “merapatkan barisan”. Artinya, barisan sesama menteri serta barisan menteri dengan rakyat. Bagaimana evaluasinya? Apakah barisan tersebut sudah benar-benar rapat? 

Baca juga : Memburu Warisan Tak Ternilai

Dalam kondisi geopolitik dan ekonomi dalam negeri seperti sekarang, jangankan barisan yang tidak rapat, barisan yang sangat rapat pun bisa jebol dan kebobolan. 

Di sinilah pentingnya soliditas kabinet, loyalitas terhadap program dan tekad Presiden, serta kinerja obyektif para menteri. 

Dari sini, pertanyaan kembali mencuat: apakah reshuffle kabinet hanya sekadar isu rutin yang dimunculkan figur-figur yang menunggu giliran di pintu masuk, atau memang sudah sangat mendesak?

Sejauh ini, seperti jawaban Mensesneg, “belum ada reshuffle”. Belum, artinya 50:50. Bisa iya, bisa tidak. Juni 2025, menjadi bulan yang menarik ditunggu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.