Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Kenapa Kejaksaan di seluruh Indonesia perlu dijaga aparat TNI?
Sepertinya, salah satu jawabannya, disampaikan Presiden Prabowo dalam acara Kongres ke-4 Pengurus Pusat (PP) Tunas Indonesia Raya (Tidar), di Jakarta, Sabtu (17/5/2025).
Presiden menyampaikan bahwa dia sudah bersumpah untuk memberantas segala bentuk korupsi. Dan itu tidak akan berhenti. Akan dilakukan tanpa pandang bulu.
Baca juga : AS-China Mereda, Selanjutnya…?
Lalu kenapa Kejaksaan harus dijaga dan diamankan? “Saya tahu ada penegak hukum yang diancam. Saya dapat laporan. Ada yang rumahnya didatangi, rumahnya difoto, mobilnya diikuti. Kita faham itu. Dan saya ingin sampaikan: kita tidak gentar. Saya tidak gentar,” tegas Prabowo yang bertekad ingin meninggalkan legacy yang baik sebagai Presiden.
Dalam sepekan ini, keterlibatan TNI dalam menjaga dan mengamankan kejaksaan menjadi isu hangat. Terjadi pro-kontra.
Yang kontra menilai, pengerahan aparat untuk menjaga Kejaksaan dikhawatirkan bisa mengintervensi kasus-kasus hukum.
Baca juga : Darimana Kondisi Darurat Berawal?
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengatakan, langkah ini semakin menguatkan adanya intervensi militer di ranah sipil, khususnya dalam penegakan hukum.
Yang pro menilai bahwa demi tujuan yang lebih besar dan strategis, yakni pemberantasan korupsi, tidak ada salahnya langkah ini diambil. Kejaksaan perlu dijaga TNI.
Apalagi, pemberantasan korupsi merupakan asta ketujuh dari Asta Cita Presiden Prabowo. Untuk mewujudkan tekad ini, Presiden sudah melakukan langkah persuasif. Misalnya, meminta baik-baik supaya hasil korupsi dikembalikan dan pelakunya bisa dimaafkan.
Baca juga : Rampas Aset, Mulai Serius
Warning Presiden yang menuai pro kontra ini rupanya tidak mempan. Belum efektif. Karena itulah, perlu dilakukan upaya “out of the box”. Libatkan TNI dalam upaya melindungi kejaksaan yang sedang “berperang melawan korupsi”.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.