BREAKING NEWS
 

Dari Asap Ke Aksi

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Kamis, 4 September 2025 06:39 WIB
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekarang sudah relatif kondusif. Beberapa indikasi menggambarkan Indonesia sudah keluar dari situasi panas setelah dibakar aksi protes di akhir Agustus.

Ketika api sudah padam, asap tak lagi berkobar, dan semuanya kembali ke kursi masing-masing, bagaimana selanjutnya?

Jangan sampai ada prinsip yang terkesan meremehkan: “sudah beres, aman. Lupakan”. Sesungguhnya, ini bukan sekadar memadamkan api. Tragedi ini perlu diselami penyebabnya. Diobati dan disehatkan akarnya.

Selama ini misalnya, kondisi tampak baik-baik saja. Hidup berjalan normal. Tak ada riak berarti. Tapi kenapa rakyat begitu mudah tersulut oleh kata “to*ol” atau joget-joget di ruang sidang DPR?

Baca juga : “Memplester Luka Dalam”

Pasti ada “api dalam sekam”. Ada sesuatu yang tak terbaca, tak terasa dan tak dihiraukan. Empati menghilang. Elite menjauh, bahkan tidak menyatu dengan rakyat.

Ini PR besar. Harus segera dibereskan. Sebelum semuanya terlambat, mari mendengar, bukan hanya suara, tapi juga sunyi. Karena dalam sunyi itulah, suara hati bangsa sesungguhnya berseru. Itulah mengapa bangsa ini melahirkan istilah yang sangat luar biasa: “menyelami hati dan perasaan rakyat”.

Adsense

Hati dan perasaan rakyat itu antara lain terwakili oleh tokoh lintas agama yang bertemu Presiden Prabowo, Senin (1/9/25).

Seperti diberitakan Rakyat Merdeka, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Jacklevyn Frits Manuputty menjelaskan, diskusi dengan Presiden antara lain membicarakan pajak yang memberatkan rakyat, korupsi, tunjangan untuk DPR, hingga perilaku pejabat elite.

Baca juga : Normalisasi Tragedi

Jacklevyn juga menyebut, Presiden Prabowo berkomitmen mempercepat pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset. UU yang selama belasan tahun “mangkrak” ini sangat strategis dalam pemberantasan korupsi.

Kita berharap, semuanya berjalan lancar dan produktif. Tekad Presiden Prabowo perlu dikawal sampai ke DPR. Sampai ke bawah. Jangan ada yang “masuk angin” lalu menyulut reaksi rakyat yang tak kalah besarnya. Karena, kita sudah melihat, “satu kata” saja bisa membakar amarah.

Kemarin, pimpinan DPR juga sudah bertemu perwakilan mahasiswa. Ada tuntutan yang disampaikan. Ada janji untuk perbaikan.

Dari lapangan hijau, ada juga imbauan bagus yang disampaikan pelatih Timnas Patrick Kluivert bersama sejumlah pemain Timnas. Pesan tersebut disampaikan dalam video pendek. Materi yang disampaikan, sama: “Mari Kita Saling Jaga”.

Baca juga : Matinya Empati

Ini janji dan tekad kuat yang perlu diwujudkan. Janji dan tekad bersama untuk tidak menjadikan negeri ini sekadar papan catur bagi hasrat kuasa. Tekad untuk tidak membiarkan rakyat menjadi ilalang yang mudah “dihasut dan dibakar”, kemudian dilupakan.

Sekarang, api sudah padam. Asap menghilang. Saatnya beraksi. “Menyelami hati dan perasaan rakyat”. Saatnya pembuktian dan pemenuhan janji-janji. Dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense