Dark/Light Mode

Pandito Dan Anak Muda

Selasa, 12 Agustus 2025 06:28 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Surya Paloh bisa jadi “setengah benar”. Bisa juga sepenuhnya benar. Ketua Umum Nasdem itu memprediksi: 2029 bakal jadi panggung utama kaum muda.

Artinya, 2029, atau bahkan setahun atau dua tahun sebelumnya, panggung politik akan berubah: dari era “senior-senior kawakan” menjadi arena new blood. Walaupun, harus diakui, darahnya tetap punya DNA keluarga politik lama.

Dengan demikian, generasi politisi senior yang selama dua puluhan tahun terakhir menguasai panggung politik Indonesia perlu bersiap untuk menjadi pandito. Istilah ini merujuk kepada sikap sebagai tokoh sepuh nan bijaksana yang memberi wejangan dari belakang panggung. Menepi. Memperhatikan dari jauh.

Baca juga : Gaspol Atau Injak Rem?

Namun, kita juga tahu bahwa “menepi” dalam politik Indonesia tidak berarti benar-benar mundur ke tepian. Karena, biasanya, masih ada remote control dari balik tirai.

Yang juga menarik ditunggu: apakah akan muncul tokoh seperti Jokowi yang melejit dari kursi kepala daerah, bukan “siapa-siapa” serta bukan priyayi politik? Atau, profesional muda yang menemukan momentum di media sosial? Atau, dari tokoh militer? Siapa tokoh kejutan tersebut. Siapa “satrio piningit” itu?

Menemukan “orang biasa yang hebat” dalam politik Indonesia akan menjadi tantangan menarik. Jangan sampai bangsa ini terjebak dalam regenerasi setengah hati: generasi mudanya tampil mempesona, tapi budaya politiknya masih lama.

Baca juga : Perkuat Semua Lembaga Hukum

Menghadapi 2029, perlu juga diingatkan bahwa polarisasi politik yang sangat tajam harus benar-benar dihindari. Polarisasi yang sangat berisik dan menggangu, tapi miskin substansi itu, jangan lagi terulang.

Politik Indonesia harus naik kelas. Sehingga, bangsa ini bisa menemukan pemimpin yang benar-benar tepat dan hebat dalam ekosistem yang sehat.

Siapa pun anak muda yang tampil, jangan hanya mengandalkan kemudaan usia. Ada ide, program, rekam jejak, kemandirian, keberanian kapasitas serta kapabilitas mumpuni yang harus dibawa.

Baca juga : Isu Elitis Dan Isu Rakyat

Dengan demikian, 2029, bangsa ini akan naik kelas. Bukan sekadar ganti pemain tapi penulis skenario dan sutradara serta budayanya, tidak berubah. Jangan seperti itu. Kita lihat setahun dua tahun ke depan. Menarik ditunggu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.