BREAKING NEWS
 

Politik Tanpa Jeda

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Rabu, 21 Januari 2026 08:17 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Tahun baru belum genap sebulan, tetapi mesin politik sudah dipanaskan. Pertemuan tertutup, sinyal koalisi, dan uji-coba narasi mulai beredar. Politik berlari tanpa jeda, seolah kalender elektoral lebih penting daripada kalender pemulihan rakyat. Yang satu sudah memikirkan 2026–2027; yang lain masih menuntaskan 2025 yang berat.

Manuver awal aktor politik dibungkus istilah konsolidasi. Di ruang publik, ia tampil sebagai kewajaran demokrasi. Namun di kehidupan sehari-hari, percepatan ini terasa janggal. Harga belum stabil, layanan belum pulih, dan kelelahan sosial masih nyata. Politik melesat, rakyat tertinggal.

Baca juga : 20 Hari, MBG Serap Dana 18 Triliun

Ada jarak yang kian menganga antara ritme elite dan napas warga. Elite bekerja dengan tempo kampanye—cepat, kalkulatif, dan berorientasi citra. Warga hidup dengan tempo pemulihan—lambat, rapuh, dan penuh kehati-hatian. Ketika dua tempo ini tak diselaraskan, kebijakan kehilangan sensitivitas.

Adsense

Politik tanpa jeda sering melahirkan kebisingan tanpa arah. Wacana diproduksi cepat, tetapi penjelasan dangkal. Isu digulirkan, lalu ditinggalkan. Dalam kondisi ini, publik bukan diajak memahami, melainkan diminta mengikuti. Demokrasi berubah dari ruang pertimbangan menjadi arena perlombaan.

Baca juga : Kondisi Ekonomi, IHSG Menguat Rupiah Melemah

Bernard Manin mengingatkan pergeseran demokrasi representatif menuju “demokrasi audiens”, ketika politik lebih sibuk mengelola perhatian ketimbang pertanggungjawaban. Dalam model ini, performa mendahului substansi; kecepatan mengalahkan kedalaman (Manin, The Principles of Representative Government, 1997). Politik yang selalu berlari mudah lupa berhenti untuk mendengar.

Jeda bukan kemalasan; jeda adalah etika. Ia memberi ruang untuk menilai dampak, memperbaiki kesalahan, dan memulihkan kepercayaan. Tanpa jeda, keputusan diambil di atas kelelahan kolektif. Hasilnya bukan kepemimpinan, melainkan manajemen kegaduhan.

Baca juga : Prabowo Bertemu PM Starmer, Hubungan RI-Inggris Makin Erat

Rakyat belum pulih, politik sudah berlari. Jika irama ini terus dipaksakan, yang tersisa hanyalah jarak—antara janji dan pengalaman hidup. Politik yang dewasa tahu kapan berakselerasi, dan kapan berhenti sejenak untuk memastikan semua ikut sampai. Tanpa itu, lari hanya menjauh dari rakyat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense