Dark/Light Mode

Kondisi Ekonomi, IHSG Menguat Rupiah Melemah

Rabu, 21 Januari 2026 07:50 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi. (Foto: Dok. Google Finance)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi. (Foto: Dok. Google Finance)

RM.id  Rakyat Merdeka - Data-data ekonomi di awal pekan ini, menarik untuk dicermati. Di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali mencetak rekor, nilai tukar rupiah justru melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Mengutip laman RTI Business, Selasa (20/1/2026), IHSG ditutup di posisi 9.134,700 atau naik 0,827 poin setara 0,01 persen. Pada pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 9.156,189 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 9.174,474. 

Namun, di tengah euforia penguatan IHSG, nilai tukar rupiah justru ditutup melemah ke level Rp 16.956 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (20/1/2026). Rupiah melemah 0,006 persen dibandingkan posisi sehari sebelumnya di Rp 16.955 per dolar AS. 

Baca juga : Prabowo Bertemu PM Starmer, Hubungan RI-Inggris Makin Erat

Kondisi ini mendapat respons dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menilai, di tengah derasnya arus modal masuk (capital inflow), rupiah justru melemah mendekati level Rp 17.000 per dolar AS. 

Menurut Purbaya, kebijakan nilai tukar sepenuhnya berada dalam kewenangan Bank Indonesia (BI), sehingga pemerintah tidak dapat melakukan intervensi secara langsung. 

“Tanya ke bank sentral apa yang terjadi. Ketika capital inflow masuk ke sini besar, kenapa rupiahnya melemah? Karena saya tidak bisa intervensi kebijakan nilai tukar, itu otoritas bank sentral,” ujarnya. 

Baca juga : Diumumkan KPK, Bupati Pati Jadi Tersangka

Meski demikian, Purbaya menilai pelemahan rupiah masih relatif terbatas. Secara year to date (ytd), depresiasi rupiah berada di kisaran 2–3 persen, sehingga dampaknya terhadap perekonomian nasional masih terkendali. 

Ia menegaskan, stabilitas nilai tukar sangat bergantung pada kekuatan fundamental ekonomi. Selama fondasi ekonomi terus membaik dan aktivitas ekonomi domestik meningkat, kepercayaan investor domestik maupun asing akan tetap terjaga. 

Sebagai contoh, ia menyinggung kinerja IHSG. “Pasar modal tidak mungkin naik kalau tidak ada investor asing atau investor domestik yang masuk,” ujarnya. 

Baca juga : Wakil Bupati Gugat Bupati Rp 25,5 Miliar

Dari sisi pasokan valuta asing, Purbaya menilai tidak ada indikasi kekurangan dolar AS. Oleh karena itu, ia menilai pelemahan rupiah saat ini tidak sepenuhnya sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi yang terus membaik. 

“Kalau ekonomi kita jaga terus dan kita perbaiki ke depan, rupiah akan cenderung menguat. Tidak ada alasan rupiah melemah ketika modal masuk ke sini,” jelasnya. 

Terkait perbedaan arah antara IHSG yang mencetak all-time high dan rupiah yang melemah, Purbaya mengaku memiliki penilaian tersendiri. Namun, ia memilih tidak membeberkannya ke publik. “Saya punya assessment, tapi saya tidak boleh bicara. Tanya ke bank sentral saja apa yang terjadi,” katanya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.