RM.id Rakyat Merdeka - Tidak ada pilihan politik yang gratis. Setiap keputusan membawa harga—kadang dibayar dengan anggaran, kadang dengan kepercayaan, kadang dengan ketenangan sosial. Persoalannya bukan apakah ada biaya, melainkan siapa yang menanggungnya.
Selama beberapa bulan terakhir, negara telah membuat banyak pilihan: mempertahankan sebagian arah, memperbaiki sebagian kebijakan, dan menunda sebagian keputusan lain. Dampaknya mulai terlihat. Ada yang merasa terbantu, ada yang tetap tertinggal, ada pula yang harus menanggung konsekuensi dari perubahan yang tidak sepenuhnya berpihak pada mereka.
Baca juga : Kepemimpinan yang Teruji
Dalam politik, biaya sering tidak didistribusikan secara adil. Yang memiliki akses dan perlindungan lebih kuat cenderung lebih aman menghadapi perubahan. Sebaliknya, kelompok rentan menanggung beban lebih besar: harga yang naik, layanan yang belum pulih, dan ketidakpastian yang terus berulang. Di sinilah pertanyaan moral muncul.
Negara sering berbicara tentang pengorbanan bersama. Namun pengorbanan tidak pernah benar-benar “bersama” jika distribusi bebannya timpang. Ketika yang lemah terus diminta memahami keadaan sementara yang kuat relatif aman, publik mulai merasakan ketidakadilan yang lebih dalam daripada sekadar persoalan ekonomi.
Baca juga : Memperbaiki atau Membela
John Kenneth Galbraith pernah mengingatkan bahwa kebijakan ekonomi dan politik sering tampak rasional di tingkat makro, tetapi menyembunyikan biaya sosial yang dipindahkan kepada kelompok tertentu (The Affluent Society, 1958). Apa yang disebut efisiensi bagi sebagian pihak bisa menjadi tekanan hidup bagi pihak lain.
Karena itu, kedewasaan negara tidak hanya diukur dari keberanian memilih, tetapi juga dari kesediaan menanggung konsekuensi secara adil. Kebijakan yang baik bukan yang bebas biaya, melainkan yang memastikan biaya terbesar tidak jatuh pada mereka yang paling lemah.
Baca juga : Wibawa yang Menipis
Setiap pilihan punya harga. Mei telah menunjukkan sebagian tagihannya. Pertanyaan berikutnya lebih penting: apakah negara siap membayar harga moral dari pilihan-pilihannya sendiri, atau kembali membiarkan rakyat kecil menjadi penanggung terakhir dari setiap keputusan besar?
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.