Sebelumnya
Yang patut diwaspadai bersama ialah justru ancaman kebebasan menyuarakan keadilan. Ada sekelompok masyarakat aktivis yang cari muka, atas nama barisan pendukung Presiden Jokowi, melakukan kriminalisasi pada tokoh penyuara demokrasi. Mereka dengan mudah melaporkan para 'vokalis' non parlemen ini ke Kepolisian.
Baca juga : Tentang UN Yang Ditiadakan
Entahlah. Apa karena murni atau ada kelompok yang mensponsori aksinya itu. Apalagi motifnya dagang kasus. Kita berharap tidak ada aktor intelektual atau bandar di balik kriminalisasi ini. Sungguh ironi jika benar terjadi bisnis pengkasusan. Pelapor ternyata suruhan pemuka yang panas kupingnya karena dikritik.
Baca juga : Kapolri Baru Dan Reformasi Polri
Sikap Kepolisian sejatinya berhati-hati menyikapi ini. Aparat harus juga menjaga keadaan tetap kondusif bagi tumbuhnya iklim demokrasi. Jangan justru jadi ladang bisnis perkara.
Baca juga : Ngantor Di Pusat Krisis
Presiden Jokowi juga penting bersikap. Gesture di hadapan publik harus tetap berpihak pada demokrasi dan kebebasan berpendapat. Jangan pura-pura tidak tahu. Apalagi pura-pura demokratis tapi secara terselubung memerintahkan untuk membungkam saja para 'vokalis'. Naudzu billahi min dzalik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.