Sebelumnya
Di bawah UU KPK yang baru, mestinya KPK bisa membuktikan bahwa lembaga anti rasuah ini masih kuat dan bergigi. Bukan terus berkonflik.
Kalau KPK terus bergejolak, pemberantasan korupsi akan terganggu. Para koruptor juga akan berjingkrak-jingkrak kegirangan, sementara negara sedang diterpa krisis ekonomi dan kesehatan yang parah.
Dengan kondisi yang sangat memprihatinkan ini, sangat wajar kalau KPK lebih diperkuat. Menyasar banyak sektor, termasuk anggaran ratusan triliun yang digelontorkan pemerintah di bidang ekonomi dan kesehatan. Tanpa pandang bulu. Tanpa tebang pilih.
Baca juga : Putar-Balik Reformasi
Pengungkapan kasus korupsi Bansos misalnya, adalah contoh bagaimana pentingnya peran KPK di tengah pandemi.
Kasus benih lobster juga demikian. Belum lagi kasus-kasus lain yang masih “mangkrak”. KPK perlu diperkuat oleh pegawai-pegawai yang andal dan tak kenal kompromi dalam memberantas korupsi. Jangan dibiarkan KPK menjadi arena pertikaian yang bisa mengalihkan fokus dari pemberantasan korupsi.
Di sinilah penting dan urgennya (sekali lagi) arahan Presiden Jokowi.
Baca juga : KPK Lebih Dari Klub Bola
Presiden sebenarnya sudah memberikan pembelaan terhadap 75 pegawai KPK yang diberhentikan lewat test wawasan kebangsaan, tapi pelaksanaannya di lapangan sekarang justru makin runyam. Tambah heboh dan gaduh.
Dalam beberapa tahun ke depan, semoga KPK tambah kuat. Tidak “ramai-ramai dikebiri” seperti judul talk show di TV. Tidak juga menjadi Komisi Penuh Konflik.
Semoga. Menarik ditunggu.(*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.