Sebelumnya
“Dari awal kita tidak diunggulkan. Saat ini timnas sedang membangun pondasi baru. Semua butuh proses dan tidak bisa instan. Kita baru bisa memetik hasilnya 3-4 tahun mendatang,” kata Akmal kepada Rakyat Merdeka, semalam.
Optimis boleh, tapi fanatik jangan. Tahun ini, menurut Akmal, Indonesia belum bisa boyong trofi AFF. “Kalau dilihat rata-rata pemainnya, usia pemain Indonesia rata-rata 23,8 tahun. Thailand 27,6 tahun. Artinya, dari sisi kematangan, kita kalah 4 tahun dari pemain Thailand,” bebernya.
Baca juga : Thailand Cetak Gol Cepat, Indonesia Kebobolan 1 Angka
Terkait bonus, Akmal menegaskan hal itu diyakininya jauh dari pikiran tim muda Merah Putih. “Bukan gara-gara hoaks Rp 12 miliar jika Indonesia juara AFF, kemudian pemainnya mainnya jadi melempem. Karena memang kualitas Indonesia di bawah Thailand,” cetus dia.
Soal hoaks bonus Rp 12 M yang disinggung Akmal ini karena memang, sebelum pertandingan final leg pertama ini digelar, di medsos heboh video Jokowi akan kasih bonus Rp 12 M jika tim Garuda juara Piala AFF.
Baca juga : Lawan Vietnam, Skuad Garuda Dilarang Jiper
Dalam video itu, tampak Jokowi sedang ditanya wartawan soal pertandingan sepak bola antara Indonesia vs Thailand. Selain berharap kemenangan, Jokowi juga menjanjikan bakal memberikan bonus sebesar Rp 12 miliar untuk seluruh pemain.
Terkait video ini, pihak Istana kasih klarifikasi. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin memastikan video yang viral itu, rekaman lama. Video itu adalah wawancara Jokowi menjelang final Piala AFF 2016 yang juga mempertemukan Indonesia vs Thailand. “Ini video lima tahun lalu,” tandas Bey, kemarin.
Baca juga : Lawan Vietnam, Skuad Garuda Bakal Tampil Beda
Bey juga mengirim tautan video wawancara Jokowi pada 2016. Dalam video itu, Jokowi menyatakan pemerintah menyiapkan bonus Rp 12 miliar untuk pemain dan ofisial Timnas Indonesia jika mampu menjadi juara Piala AFF 2016. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.