RM.id Rakyat Merdeka - Petenis putri nomor dua dunia Iga Swiatek merasa terpukul setelah dapat hukuman larangan bertanding selama satu bulan. Petenis asal Polandia itu mengklaim ada ketidakadilan kepadanya.
Diketahui, Swiatek diskorsing karena dinyatakan positif menggunakan trimetazidine (TMZ) pada Agustus 2024. Skorsing itu membuatnya absen di seluruh turnamen lapangan keras Asia, di Korea, China, dan Wuhan. Dia baru kembali tampil pada Oktober setelah melakukan banding.
Swiatek mengaku, telah berjuang dalam pertempuran terberat dalam hidupnya karena skorsing tersebut. Saat dinyatakan positif, dia merasakan pukulan berat.
“Saya terkejut, dan seluruh situasi membuat saya sangat cemas,” terang Swiatek, dilansir ππΆπ³π°π΄π±π°π³π΅, Selasa (3/12/2024).
Baca juga : Biden Dihujani Kritik
Dia mengaku, pada awalnya tidak memahami bagaimana hal tersebut bisa terjadi padanya. Swiatek bilang, hasil tes menunjukkan tingkat TMZ terendah dalam sejarah. Dan dia bahkan tidak pernah mendengar zat tersebut sebelumnya.
“Saya tidak pernah menemukannya, begitu pula orang-orang di sekitar saya,”ungkapnya.
Makanya, Swiatek mengaku, dalam hal ini ada ketidakadilan. Beberapa pekan pertama setelah hasil tes itu, membuatnya benar-benar kacau. Pihaknya, saat itu langsung berkoordinasi dengan Lembaga Integritas Tenis Internasional (ITIA). Pasalnya, konsentrasi zat terlarang dalam sampel dopingnya sangat rendah.
“Itu sebabnya, kami langsung fokus menjalankan tes pada semua suplemen nutrisi dan obat-obatan yang saya konsumsi,” bebernya.
Baca juga : Kejagung Minta Antam Cek Keaslian Emas Sitaan
Selanjutnya, hasil tes menunjukkan, bahwa melatonin yang telah saya gunakan untuk waktu yang lama, telah terkontaminasi selama proses produksi. Dia mengaku terkejut mendengar hal tersebut. Tapi, di saat yang sama, itu menjelaskan banyak hal. Makanya, mereka langsung membuktikan bahwa obat itu memang terkontaminasi.
Ditambahkan, melatonin sangat penting baginya. Karena, dia sering bepergian, π«π¦π΅ππ’π¨ dan stres akibat pekerjaan. Artinya, tanpa melatonin, dia tidak bisa tidur, atau mengalami kesulitan tidur.
“Setelah menemukan sumbernya, kami membutuhkan waktu untuk menyelesaikan masalah ini, dan itulah yang terjadi sekarang,” ucapnya.
Pada 12 September 2024, dia diskors sementara. Hingga membuatnya tidak bisa bermain di turnamen di Asia atau mempertahankan π³π’π―π¬πͺπ―π¨ dunianya. Menurutnya, itu adalah konsekuensi dari situasi tersebut. Tapi yang terpenting baginya, dia membuktikan tidak bersalah.
Secara simbolis, dia telah menjalani skorsing selama satu bulan secara simbolis. Itu berarti, dia bisa memulai musim baru dengan catatan bersih, serta fokus pada apa yang selalu dia lakukan, yakni bermain tenis.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 4 Desember 2024 dengan judul Diskorsing Satu Bulan, Swiatek Merasa Terpukul
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.