BREAKING NEWS
 

Gondol Trofi Winston-Salem Open 2025

Sudah Tua, Fucsovics Buktikan Masih Sangar

Reporter : M ADE AL KAUTSAR
Editor : RIFFMY
Senin, 25 Agustus 2025 06:30 WIB
Marton Fucsovics. (Foto: Instagram/fucsovicsmarci)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di usia 33 tahun lebih, banyak petenis mulai pensiun. Tapi tidak dengan Marton Fucsovics. Petenis bertubuh kekar ini masih gahar, justru menorehkan gelar ketiga di ajang Association of Tennis Professionals (ATP) di Winston-Salem Open 2025. Meski sempat gugup, Fucsovics akhirnya menang 6-3, 7-6(3) atas Botic Van de Zandschulp dalam laga penuh drama, kemarin.

Fucsovics sebenarnya ham­pir membuang peluang emas setelah sempat memimpin 6-3, 5-1. Bahkan, ia sempat melaku­kan double fault pada champi­onship point di skor 5-2. Situasi itu membuat jalannya pertandin­gan berubah drastis.

Van de Zandschulp mampu membalikkan momentum hing­ga memaksa Fucsovics harus bertahan saat tertinggal 5-6 di set kedua. Namun, petenis Hungaria itu akhirnya menemukan kem­bali ketenangannya di tie-break. Serangkaian kesalahan lawan memberi jalan baginya untuk menutup laga 6-3, 7-6(3).

“Saya benar-benar speechless. Ini gelar ketiga saya, dan saya sudah 33 setengah tahun. Saya termasuk generasi tua, tapi saya masih di sini, memenangkan ATP 250. Saya akan terus ber­tarung karena saya mencintai tenis. Ini sangat emosional buat saya,” kata Fucsovics usai laga dilansir laman resmi ATP Tour.

Baca juga : Minta Amnesti Ke Prabowo, Noel Dicuekin Istana

Kemenangan di Winston- Salem ini jadi yang pertama bagi Fucsovics di lapangan keras. Sebelumnya, ia juara di Geneva (2018) dan Bucharest (2024).

Di turnamen ini, ia hanya kehilangan satu set, tepatnya di babak kedua saat melawan unggulan kedua asal Belanda lainnya, Tallon Griekspoor.

Perjalanan menuju trofi tak mudah. Selain menyingkirkan Griekspoor, Fucsovics juga mengalahkan unggulan ke-14 Roberto Bautista Agut dan ung­gulan ke-12 Jaume Munar.

Adsense

Bagi Fucsovics, kemenangan ini spesial karena ia sudah delapan kali tampil di Winston-Salem namun baru kali ini keluar sebagai kampiun.

Baca juga : Soal Biodiesel, WTO Menangkan RI Lawan Uni Eropa

Final ini berjalan penuh roll­ercoaster. Setelah unggul 6-3, 3-0, Fucsovics kehilangan ken­dali dan memberi celah Van de Zandschulp untuk balik menyerang.

Bahkan saat unggul 5-2, ia gagal menutup laga. Ketegangan makin terasa ketika ia kembali gagal serve for the match di 5-4.

“Ini tenis. Ada naik turunnya. Kita harus belajar menghadapi situasi seperti itu. Kadang di atas, kadang di bawah. Yang penting tetap solid, fokus pa­da poin berikutnya, dan coba menangkan pertandingan,” ujar Fucsovics.

Ia menambahkan, kunci ke­menangan ada pada perubahan ritme di momen-momen krusial. Ia menaikkan level permainan ketika mulai dikejar lawan tandingnya.

Baca juga : Dikebut Di Akhir Pekan, Kementerian Haji & Umrah Tinggal Ketok Palu

“Saya tambah agresif, perbai­ki footwork, dan itu jadi kunci akhirnya,” ucapnya.

Dengan gelar ini, Fucsovics dipastikan melonjak di peringkat ATP. Dari posisi 94, ia akan naik ke 63 dunia. Meski belum menyentuh kembali ranking terting­gi sepanjang kariernya di posisi 31 pada 2019, Fucsovics menegaskan masih punya motivasi besar untuk bersaing.

Petenis berotot yang ter­kenal dengan jargon “Every day, gym day” ini juga men­catat rekor khusus. Ia jadi juara tertua kedua sepanjang sejarah Winston-Salem Open, hanya kalah dari Adrian Mannarino yang juara di usia 34 pada 2022.

Sementara itu, Van de Zan­dschulp yang berperingkat 92 dunia sebelum turnamen, harus puas dengan status runner-up. Meski gagal juara, hasil di Win­ston-Salem cukup mengangkat peringkatnya 20 tangga ke posisi 72. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense