RM.id Rakyat Merdeka - Kejutan besar hadir di Sirkuit Zandvoort, Belanda. Rookie Formula 1 asal Prancis, Isack Hadjar, berhasil meraih podium perdananya bersama Racing Bulls, Minggu (31/8/2025) lalu.
Hadjar finis ketiga setelah melalui balapan penuh tensi. Ia sempat bertarung sengit menjaga posisi keempat hampir sepanjang lomba, membayangi Max Verstappen (Red Bull) dengan ketenangan luar biasa.
Keberuntungan akhirnya datang tujuh lap sebelum finis, ketika Lando Norris (McLaren) harus mundur karena masalah teknis. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan Hadjar untuk naik ke posisi tiga.
Begitu melintasi garis finis, emosi Hadjar langsung meledak. “Ya Tuhan, apa yang telah saya lakukan? Kecepatannya luar biasa. Saya ada di podium, saya tidak bisa mempercayainya!” teriaknya melalui radio tim seperti dikutip dari ESPN, kemarin.
Baca juga : Tenangkan Pasar, Airlangga: Fundamental Ekonomi Kita Tangguh
Hadjar kemudian berlari ke arah kru Racing Bulls dan melompat ke pelukan mekanik. “Yang paling mengejutkan bagi saya adalah bisa konsisten mempertahankan posisi empat. Malang untuk Lando, tapi kami tidak membuat kesalahan. Mobil berada di jalur yang tepat sepanjang akhir pekan. Saya benar-benar memaksimalkan apa yang saya punya,” ujarnya, masih dengan wajah penuh senyum.
Podium ini menjadi sejarah tersendiri. Hadjar kini tercatat sebagai pembalap Prancis termuda yang naik podium di Formula 1, pada usia 20 tahun.
Ia juga langsung melesat ke masuk 10 besar klasemen sementara pembalap F1. “Sejak kecil target saya adalah bisa berdiri di podium Formula 1. Hari ini mimpi itu terwujud. Ini baru langkah pertama, semoga akan ada banyak lagi setelah ini,” katanya penuh haru.
Prestasi gemilang ini membuat nama Hadjar semakin diperhitungkan dalam bursa kursi Red Bull Racing 2026.
Baca juga : Soros Cawe-cawe Demo Ricuh Di Indonesia
Manajemen tim kabarnya tengah serius menilai performa Hadjar, di samping dua kandidat lain: Yuki Tsunoda dan Liam Lawson.
Namun penampilan keduanya di Zandvoort terbilang mengecewakan. Tsunoda hanya finis kesembilan, meski di depannya banyak pembalap gagal finis karena kecelakaan.
Lawson bahkan gagal menambah poin setelah terlibat tabrakan dengan Carlos Sainz (Ferrari). Situasi itu membuat Hadjar semakin menonjol.
Media internasional menyebut podium di Zandvoort sebagai bukti sahih bahwa Hadjar siap bersaing di level tertinggi. Di paddock, namanya semakin dielu-elukan sebagai “the next big thing” Prancis di F1 setelah era Alain Prost, Olivier Panis, hingga Esteban Ocon.
Baca juga : 7 Polisi Penabrak Ojol Tidak Dikasih Ampun
Meski begitu, Hadjar tetap merendah. “Saya masih harus banyak belajar. Musim ini panjang dan saya ingin menjaga konsistensi. Tapi jelas, podium ini adalah tonggak penting bagi karier saya,” tutupnya.
Dengan performa stabil, mental baja, dan usia yang masih muda, Hadjar kini membuka jalan menuju masa depan cerah. Red Bull tentu tak akan menutup mata melihat bintang baru lahir di lintasan. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.