RM.id Rakyat Merdeka - Drama para pemain dan kekalahan atas Barcelona menjadi salah satu alasan pemecatan Xabi Alonso. Meski begitu, Madrid masih menyebut Alonso sebagai legenda yang tersayang.
Xabi Alonso datang ke Real Madrid dengan modal yang sulit ditandingi. Reputasi gemilang bersama Bayer Leverkusen dan statusnya sebagai legenda Madrid. Namun, kesabaran Madrid kerap setipis tisu. Los Blancos dan Alonso akhirnya berpisah.
Dilansir dari The Athletic, Alonso sudah berhadapan dengan banyak drama ketika melatih Madrid sejak Juni 2025. Beberapa metode latihannya tidak disukai para pemain. Alonso juga menerapkan disiplin ketat, yang lagi-lagi tidak disukai para pemain. Salah satunya soal keluarga atau kekasih para pemain Madrid dilarang masuk ke tempat latihan Valdebebas.
Konflik di ruang ganti turut menghantui Alonso. Strateginya tidak berjalan lancar, malah beberapa pemain Madrid tidak menyukainya.
Baca juga : Main Aman, Putri KW Lolos Babak 16 Besar
Vinicius Jr kerap marah-marah saat diganti dan itu tidak terjadi sekali-dua kali. Malah dikabarkan, cuma tiga pemain Madrid yang akhirnya mendukung penuh Alonso.
Diketahui, para petinggi Madrid bertemu dengan beberapa pemain senior selepas Madrid kalah 1-2 dari Manchester City pada Liga Champions di Bernabeu, 11 Desember lalu. Ketiga pemain senior itu adalah Thibaut Courtois, Rodrygo, dan Jude Bellingham. Mereka kompak, masih percaya dan mendukung penuh Alonso.
Menariknya, Rodrygo sempat dicadangkan pada awal era Alonso. Namun setelahnya, Rodrygo dipercaya main jadi starter, tanpa bikin drama, dan bisa tokcer lagi.
Baca juga : Patricia Schuldtz, Nge-DJ Hibur Tamu Resepsi
Alonso baru ditunjuk menangani Madrid pada musim panas lalu untuk menggantikan Carlo Ancelotti yang menerima tawaran Timnas Brazil.
Awalnya, pria asal Basque itu terlihat menjanjikan. Madrid meraih 13 kemenangan dari 14 laga awal musim ini, termasuk mengalahkan Barcelona 2-1. Mereka duduk nyaman di puncak klasemen LaLiga serta berada di papan atas fase grup Liga Champions. Namun periode setelahnya berubah drastis.
Kurang dari 24 jam setelah Madrid kalah di final Piala Super Spanyol dari rival abadi Barcelona, Alonso tidak lagi memimpin Los Merengues. Madrid berdalih itu bukan pemecatan sepihak, melainkan hasil keputusan bersama.
Baca juga : Presiden Prabowo Menginap di IKN
“Xabi Alonso akan selalu memiliki kasih sayang dan kekaguman dari semua penggemar karena dia adalah legenda Real Madrid dan selalu mewakili nilai-nilai klub kami,” demikian pernyataan klub.
Sebagai nakhoda sementara, Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa, mantan pemain Madrid yang sudah lama melatih tim B atau Castilla. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.