BREAKING NEWS
 

MotoGP Seri Buriram

Ducati Gagal Total, Bagnaia Syok Berat

Reporter : M ADE AL KAUTSAR
Editor : ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Selasa, 3 Maret 2026 06:15 WIB
Francesco Bagnaia. (Foto: Instagram/pecco63)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juara dunia MotoGP, Francesco “Pecco” Bagnaia mengaku syok berat lantaran dominasi pabrikan Ducati runtuh di Sirkuit Buriram Thailand, Minggu (1/3/2026).

Ducati gagal menempatkan satu pun pembalap di atas podium pada seri pembuka musim 2026 ini. 

Kegagalan total ini secara resmi mengakhiri rekor luar biasa Ducati yang selalu mencetak podium dalam 88 balapan beruntun sejak Grand Prix Inggris 2021. 

Baca juga : Galang Kekuatan, Hentikan Perang AS-Israel Vs Iran!

Panggung Buriram justru dikuasai pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, yang finis pertama dengan margin lebih dari lima detik di depan Pedro Acosta (Red Bull KTM) dan Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia). 

Bagnaia, yang hanya mampu menyentuh garis finis di urutan kesembilan dengan selisih 18,340 detik dari Bezzecchi, menyebut hasil buruk ini sebagai sesuatu yang di luar nalar. 

Adsense

Padahal, motor Desmosedici GP26 menunjukkan performa yang sangat kompetitif sepanjang sesi tes pramusim . “Setelah tes, saya akan bilang hal seperti ini mustahil terjadi,” ungkap Bagnaia dikutip dari GPOne, Senin (2/3/2026). 

Baca juga : Iran Tunggu Prabowo Jadi Mediator Konflik

“Saat tes kami sangat cepat dan punya ritme yang bagus. Namun, sejak awal akhir pekan ini, saya merasakan kondisi yang berbeda,” lanjutnya. 

Pembalap asal Italia itu mengakui bahwa Ducati sama sekali tidak memiliki kecepatan untuk bersaing di barisan depan, terutama saat melakukan putaran cepat (flying lap). 

Kondisi ini memaksa Bagnaia hanya fokus untuk bisa bertahan dan menyelesaikan balapan. Bencana bagi skuad Borgo Panigale semakin lengkap dengan rentetan nasib buruk para pembalapnya. Hasil terbaik Ducati hanya disumbangkan Fabio Di Giannantonio di posisi keenam. 

Baca juga : Di Perayaan Imlek Festival 2026, Presiden: Persatuan Bukan Cuma Slogan

Sementara itu, andalan baru mereka, Marc Marquez, terpaksa tersingkir di putaran ke-22 akibat kerusakan pelek yang memicu ban belakang bocor usai menghantam pembatas tepi lintasan. 

Di putaran yang sama, adiknya, Alex Marquez, juga gagal finis akibat kecelakaan. 

Runtuhnya dominasi Ducati di Thailand menjadi sinyal peringatan keras bagi sang juara bertahan. Kemenangan Bezzecchi dan agresivitas para pesaing menegaskan bahwa peta kekuatan MotoGP 2026 telah bergeser. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense