BREAKING NEWS
 

Argentina Vs Islandia 3-0, Messi Pencetak Gol Tertua La Albiceleste

Reporter : M ADE AL KAUTSAR
Editor : RIFFMY
Kamis, 11 Juni 2026 06:15 WIB
Lionel Messi kembali mencetak sejarah. (Foto: Instagram/afaseleccion)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Argentina menuntaskan pemanasan terakhir jelang putaran final Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 3-0 atas Islandia di Stadion Jordan-Hare, Alabama, Amerika Serikat, pada Rabu (10/6/2026) pagi WIB.

Laga yang disaksikan 88.043 penonton ini sekaligus memecahkan rekor kehadiran tertinggi dalam sejarah stadion tersebut. Sekaligus menjadi panggung sempurna bagi Lionel Messi, yang kembali mencetak sejarah. 

Alih-alih meredup dimakan usia, megabintang berjuluk La Pulga itu justru makin mengukuhkan namanya dalam buku sejarah sepak bola Argentina. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) secara resmi mengonfirmasi bahwa penyerang yang kini berusia mendekati 39 tahun tersebut ditetapkan sebagai pencetak gol tertua yang pernah mengenakan seragam La Albiceleste. 

Torehan gemilang ini sukses memecahkan rekor legendaris milik Angel Labruna yang telah bertahan nyaris tujuh dekade lamanya sejak 1957. AFA menegaskan bahwa lewat golnya ke gawang Islandia, Messi tak henti mencetak sejarah baru di penghujung kariernya. 

Baca juga : Trik Hemat Jemaah Hindari Denda Overbagasi

“Ia mencapai tonggak sejarah 117 gol untuk tim nasional dalam 199 pertandingan, dan juga menjadi pencetak gol tertua dalam sejarah tim nasional Argentina,” bunyi pernyataan resmi AFA. 

Gol penalti tersebut tidak hanya mempertegas dominasinya di level timnas, tetapi juga mendongkrak total gol karier profesional Messi menjadi 911 gol. Pencapaian ini menjaga asa sang kapten untuk terus mengejar tonggak 1.000 gol, membayangi rival abadinya, Cristiano Ronaldo, yang saat ini mengoleksi 973 gol. 

Para pecinta sepak bola kini menaruh ekspektasi tinggi agar kedua legenda yang akan memainkan Piala Dunia keenamnya ini bakal kembali memecahkan berbagai rekor di turnamen nanti. 

Adsense

Sensasi luar biasa yang diciptakan Messi di Amerika Serikat memang tak terbantahkan. Kehadirannya sukses membuat stadion bergengsi seperti Kyle Field di Texas dan Jordan-Hare di Alabama disesaki lebih dari 90 ribu dan 88 ribu penonton. 

Baca juga : Efek Dolar Naik, Pengrajin Tempe Kena Imbasnya

Magisnya di atas lapangan pun terbukti efisien; ia hanya membutuhkan waktu bermain sekitar 20 menit saat melawan Islandia untuk langsung terlibat dalam dua gol penentu kemenangan Argentina. 

Masuk menggantikan Giuliano Simeone pada menit ke-69, Messi langsung menebar ancaman nyata. Wasit menunjuk titik putih seusai Lautaro Martinez dilanggar keras usai menerima umpan Messi. Sepakan dua belas pas itu ia selesaikan dengan dingin pada menit ke-72. Tak berhenti di situ, ia kembali mengorkestrasi serangan krusial yang dituntaskan oleh Thiago Almada untuk menyegel skor 3-0 di menit ke-86. 

Lembaga statistik Opta pun tak ragu melabeli penampilan apik sang bintang veteran ini dengan sebutan “seorang maestro”. Jauh sebelum magis Messi tersaji, jalannya pertandingan sejak peluit awal sebenarnya sudah dikuasai penuh oleh skuad asuhan Lionel Scaloni. 

Meskipun turun tanpa sebagian besar pilar utamanya, Albiceleste sukses memecah kebuntuan lebih cepat pada menit kedelapan berkat tembakan voli Valentin Barco yang mengoyak sudut atas gawang kiper Islandia, Elias Olafsson. 

Baca juga : Masa Jabatan Kapolri Tergantung Presiden

Islandia sejatinya sempat memberikan perlawanan yang cukup merepotkan pertahanan Argentina melalui skema serangan balik cepat dan bola mati. Namun, penyelesaian akhir yang terburu-buru serta ketangguhan kiper pelapis Geronimo Rulli di bawah mistar gawang membuat wakil Eropa tersebut gagal menembus pertahanan solid sang juara bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. 

Penampilan solid para pemain pelapis yang dikombinasikan dengan kembalinya kebugaran sang kapten usai cedera otot memberikan ketenangan tersendiri bagi jajaran pelatih. Lionel Scaloni mengaku laga uji coba internasional ini sangat krusial untuk mengukur kedalaman skuadnya sebelum turnamen dimulai. Ia merasa sangat lega lantaran laga tersebut sukses menghapus banyak keraguan yang sempat membayangi tim pelatih. 

Lebih lanjut, Scaloni yang berpeluang besar membawa Argentina meraih lima trofi turnamen mayor secara beruntun mengingatkan pasukannya untuk tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan secara lugas bahwa status juara bertahan bukanlah jaminan kemenangan mutlak, sebab menjuarai turnamen sekelas Piala Dunia selalu mem butuhkan lebih dari sekadar taktik bermain apik, melainkan dukungan mentalitas baja dan faktor keberuntungan. 

Semangat tempur yang membumi juga disuarakan oleh pilar lini tengah Argentina, Rodrigo De Paul, yang menilai seluruh penggawa tim kini sudah berada dalam mode siap tempur. Gelandang enerjik tersebut memastikan skuadnya akan tampil habis-habisan di setiap pertandingan tanpa terlena euforia masa lalu. “Kami akan memberikan segalanya untuk membawa kegembiraan itu agar bisa melihat persatuan lagi seperti di Qatar,” ujarnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense