RM.id Rakyat Merdeka - Pertandingan pembuka Grup K Piala Dunia 2026 akan mempertemukan tim unggulan Portugal melawan wakil Afrika, Republik Demokratik (RD) Kongo. Laga krusial bagi kedua tim ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Houston, Texas, Amerika Serikat, pada Kamis (18/6/2026) pukul 00.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi panggung penting bagi ambisi besar Selecao das Quinas merengkuh trofi Piala Dunia pertama mereka, sekaligus menjadi ujian pembuka bagi RD Kongo yang menandai kembalinya mere ka ke panggung sepak bola terbesar setelah lebih dari lima dekade absen.
Di atas kertas, skuad asuhan Roberto Martinez datang dengan status favorit berkat kedalaman materi pemain kelas dunia di setiap lininya. Kombinasi pemain veteran dan bintang muda yang merumput di liga-liga top Eropa membuat Portugal memiliki kekuatan yang menakutkan bagi lawan.
Sebaliknya, RD Kongo asuhan Sebastien Desabre hadir sebagai tim kuda hitam yang mengandalkan kedisiplinan tingkat tinggi dan kekuatan fisik, siap mengejutkan siapa saja yang memandang mereka sebelah mata.
Merespons ekspektasi tinggi publik, gelandang andalan Portugal, Vitinha, menegaskan bahwa komposisi timnya saat ini memang sangat solid, namun ia menolak anggapan bahwa mereka akan menang mudah. “Saya tak akan bilang begitu, saya tak akan menyebutnya seperti itu,” ujar Vitinha menolak jemawa.
Baca juga : Soal Kenaikan Harga BBM, Seskab: Pertamax RI Termurah Di Dunia
Lebih jauh, pemain Paris Saint-Germain tersebut mengingatkan seluruh elemen tim untuk tetap membumi dan bekerja keras alih-alih terlalu jauh mengkhayalkan gelar juara.
Ia meyakini bahwa bakat besar yang dimiliki skuad Portugal saat ini tidak akan berarti tanpa adanya dedikasi dan komitmen tinggi dari setiap pemain untuk memetik hasil maksimal di setiap pertandingan, dimulai dari laga kontra RD Kongo.
Senada dengan rekan setimnya, kapten sekaligus ikon Portugal, Cristiano Ronaldo, juga menyoroti potensi besar yang dimiliki skuad generasi emas saat ini. Pemain berusia 41 tahun yang tengah menjalani turnamen mayor terakhirnya ini meyakini generasi sekarang mampu memberikan kebahagiaan bagi rakyat Portugal, meski ia juga menyadari selalu ada faktor nonteknis di lapangan yang berada di luar kendali mereka.
Kepercayaan diri Portugal bukan tanpa alasan yang kuat. Sepanjang kualifikasi zona Eropa, lini serang mereka tampil sangat produktif dengan membukukan 20 gol hanya dalam enam pertandingan.
Performa positif tersebut terus dipertahankan dalam rangkaian laga uji coba jelang turnamen, dimana mereka mencatatkan rekor tak terkalahkan dengan kemenangan meyakinkan atas Nigeria, Chile, dan Amerika Serikat, serta hasil imbang melawan Meksiko.
Baca juga : Program MBG Tidak Dihentikan Tapi Diperbaiki
Di sisi lain lapangan, RD Kongo datang membawa sejarah dan energi baru setelah absen panjang selama 52 tahun sejak partisipasi perdana mereka pada 1974 silam saat masih bernama Zaire.
Tiket berharga ke putaran final Piala Dunia 2026 ini diraih dengan susah payah melalui babak play-off antarbenua, dimana mereka sukses menyingkirkan Jamaika lewat gol tunggal dari mantan bek Manchester United, Axel Tuanzebe.
Kekuatan utama tim berjuluk The Leopards ini terletak pada kedisiplinan lini belakang yang terorganisasi dengan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan catatan statistik mereka yang hanya kebobolan rata-rata 0,56 gol per pertandingan.
Pertahanan kokoh yang digalang duet Chancel Mbemba dan Aaron Wan-Bissaka, dibantu Arthur Masuaku di sektor sayap, bahkan sempat membuat tim kuat Eropa sekelas Denmark frustrasi dan hanya mampu bermain imbang tanpa gol di laga persahabatan.
Selain para pemain bertahan berpengalaman, RD Kongo juga menaruh harapan besar pada pundak gelandang bertahan muda potensial mereka, Noah Sadiki.
Baca juga : Dicalonkan Jadi Ketua Dewan Pembina, Jokowi Bakal Berjaket PSI?
Pemain berusia 21 tahun yang sukses membawa Sunderland menembus Liga Europa tersebut bertugas memutus aliran bola lawan di lini tengah, bertindak sebagai filter pertama sebelum lawan masuk ke area penalti. Jika berhasil meredam kreativitas lini tengah Portugal, Kongo siap melancarkan serangan balik kilat yang dimotori Yoane Wissa, Cedric Bakambu, dan Gael Kakuta.
Persaingan di Grup K diprediksi akan berjalan sangat ketat karena keberadaan dua tim kuat lainnya, yakni raksasa Asia, Uzbekistan, dan wakil Amerika Selatan, Kolombia. Kondisi ini membuat setiap poin yang diperebutkan di laga perdana menjadi sangat berharga, sehingga baik Portugal maupun RD Kongo dipastikan akan tampil ngotot. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.