BREAKING NEWS
 

Portugal Tekuk Kroasia 2-1

Ronaldo Kehilangan Taji, Ramos Jadi Penyelamat

Reporter : DANU ARIFIANTO
Editor : RIFFMY
Sabtu, 4 Juli 2026 06:20 WIB
Cristiano Ronaldo memeluk Goncalo Ramos usai mencetak gol penentu kemenangan. (Foto: Instagram/fifaworldcup)

RM.id  Rakyat Merdeka - Portugal berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kroasia dengan skor 2-1 pada laga 32 besar, kemarin pagi WIB. Namun, keberhasilan itu justru diiringi pekerjaan rumah bagi pelatih Roberto Martinez, terutama terkait performa sang kapten, Cristiano Ronaldo, sebelum menghadapi Spanyol.

Portugal dijadwalkan meng hadapi rival sesama Eropa itu pada babak 16 besar di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Selasa (7/7/2026) dini hari WIB. 

Menghadapi Spanyol yang dikenal dengan dominasi penguasaan bola dan intensitas permainan tinggi, efektivitas peran Ronaldo di lini depan diperkirakan menjadi salah satu fokus evaluasi staf pelatih. 

Ronaldo memang kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui eksekusi penalti pada menit ke-68 saat menghadapi Kroasia. Gol tersebut bukan sekadar menyamakan kedudukan menjadi 1-1, tetapi juga mengantarkan penyerang berusia 41 tahun itu menjadi pemain tertua yang mampu mencetak gol pada fase gugur Piala Dunia. 

Namun, di balik torehan bersejarah tersebut, penampilan Ronaldo justru memunculkan tanda tanya. Berdasarkan statistik pertandingan, kapten Portugal itu tampil selama 81 menit, tetapi hanya sekali menyentuh bola di dalam kotak penalti lawan. 

Baca juga : Spanyol Nyaris Sempurna

Ironisnya, satu-satunya sentuhan tersebut terjadi ketika ia mengeksekusi penalti yang kemudian berbuah gol. 

Mantan penyerang Real Madrid, Manchester United, dan Juventus itu beberapa kali kesulitan memenangi duel fisik dengan para pemain bertahan Kroasia. 

Situasi tersebut membuat Roberto Martinez mengambil keputusan penting ketika pertandingan masih berlangsung imbang 1-1. Pelatih asal Spanyol itu menarik keluar Ronaldo pada menit ke-81 dan memasukkan Ruben Neves guna memperkuat lini tengah sekaligus meningkatkan intensitas permainan Portugal. 

Adsense

Keputusan itu terbukti menjadi titik balik pertandingan. Portugal tampil lebih agresif pada menit-menit akhir hingga Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan melalui sundulan pada masa injury time

Ramos menilai keputusan Martinez melakukan pergantian pemain menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Portugal mengamankan tiket ke babak 16 besar. 

Baca juga : Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Terus Bersihkan BGN dari Koruptor

“Saya pikir tim telah melakukan pergantian pemain, kami masuk untuk menekan dan mencetak gol. Itulah yang kami tahu, dan pada akhirnya pelatih melakukannya dengan sangat baik,” kata Ramos seperti dikutip dari FIFA, kemarin. 

Penyerang berusia 25 tahun itu mengakui pertandingan fase gugur selalu menghadirkan tekanan yang berbeda dibandingkan fase grup. “Sulit karena ini adalah pertandingan dimana jika Anda tidak menang, Anda pulang. Tetapi bagi saya pribadi, saya sangat menyukai momen seperti ini,” ujarnya. 

Meski lolos ke babak berikutnya, Portugal dipastikan menghadapi lawan yang jauh lebih berat. Spanyol melangkah ke babak 16 besar setelah menaklukkan Austria dengan skor 3-0. Dua gol Mikel Oyarzabal dan satu gol Pedro Porro memastikan La Roja melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. 

Menghadapi tim yang memiliki penguasaan bola kuat dan intensitas permainan tinggi, Martinez diperkirakan akan melakukan evaluasi terhadap komposisi lini depan. Khususnya terhadap sang bintang Cristiano Ronaldo lantaran perannya terhadap tim sangat minim ketika melawan Kroasia. 

Pun demikian saat Portugal tampil impresif ketika menghadapi Uzbekistan pada fase grup. Peran sang kapten juga tampak belum terlalu dominan dalam membantu tim membangun serangan melalui permainan terbuka maupun saat melakukan tekanan setelah kehilangan bola. 

Baca juga : Argentina vs Tanjung Verde, Messi Ditantang Debutan

Meski demikian, pengalaman dan naluri mencetak gol Ronaldo tetap menjadi modal berharga bagi Portugal. Namun, Martinez juga harus mempertimbangkan kebutuhan akan pemain-pemain yang memiliki mobilitas tinggi untuk menghadapi gaya bermain Spanyol yang agresif dan disiplin dalam menjaga penguasaan bola. 

Akan tetapi, Derby Iberia kali ini bukan sekadar perebutan tiket menuju perempat final Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut juga akan menjadi panggung pembuktian bagi Cristiano Ronaldo. Apalagi setelah terbukti di usianya yang sudah 41 tahun, sang kapten masih mampu mencatatkan sejarah lewat golnya ke gawang Kroasia. 

Namun, menghadapi Spanyol, Portugal membutuhkan lebih dari sekadar rekor. Selecao das Quinas membutuhkan kontribusi nyata Ronaldo dalam permainan terbuka jika ingin terus melangkah dan menjaga asa meraih gelar juara dunia. [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense