RM.id Rakyat Merdeka - Swiss memburu sejarah baru dengan lolos ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 1954. Ambisi itu coba dibendung oleh benteng Kolombia yang agresif.
Laga Swiss kontra Kolombia akan menjadi penutup rangkaian laga di babak 16 besar. Pertandingan di BC Place, Vancouver, Kanada, besok pukul 03.00 WIB diprediksi menjadi salah satu duel paling berimbang karena mempertemukan dua tim yang tampil konsisten sepanjang turnamen. Pemenangnya akan melaju ke perempat final untuk menghadapi pemenang Argentina versus Mesir.
Swiss datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Aljazair 2-0. Hasil tersebut mengakhiri penantian 88 tahun mereka untuk kembali meraih kemenangan di fase gugur Piala Dunia. Kini, pasukan Murat Yakin memburu sejarah baru dengan lolos ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 1954.
Baca juga : Pansus Hak Angket Bergulir, DPRD Gowa Jadwalkan Pemanggilan Bupati Husniah
Harapan Negeri Cokelat bertumpu pada Johan Manzambi. Gelandang serang berusia 20 tahun itu menjelma sebagai salah satu rising star setelah mencatatkan tiga gol dan dua assist. Kecepatan, kreativitas, serta kemampuannya membongkar pertahanan lawan menjadi senjata utama Swiss.
Di kubu Kolombia, tim asuhan Nestor Lorenzo tampil sangat solid. Los Cafeteros (Sang Penikmat atau Peracik Kopi) baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen dan melangkah ke babak 16 besar usai mengalahkan Ghana 1-0. Pengalaman Luis Diaz, visi bermain James Rodriguez, serta agresivitas Jhon Arias menjadi modal besar untuk menghadapi disiplin permainan Swiss.
Sayangnya, Kolombia kehilangan penyerang Jhon Cordoba yang mengalami cedera hamstring. Sebagai gantinya, Luis Suarez diperkirakan akan mengisi lini depan setelah tampil impresif sebagai pemain pengganti.
Baca juga : Bellingham Buka Jalan, Kane Kunci Kemenangan
Jika melihat rekor pertemuan, Kolombia agak lebih unggul. Kedua negara sudah bertemu dua kali di level internasional. Pada Piala Dunia 1994, Kolombia mengalahkan Swiss 2-0. Dua tahun berselang, Kolombia kembali menang 3-1 dalam laga persahabatan.
Meski demikian, kondisi kedua tim kini jauh berbeda. Swiss hadir dengan generasi emas baru. Sementara Kolombia mengandalkan pengalaman serta kualitas individu.
Alhasil, laga diprediksi bakal ketat dan ditentukan oleh sensasi kecil. Swiss mengandalkan organisasi permainan, transisi cepat, dan efektivitas serangan balik, sedangkan Kolombia memiliki pengalaman, kreativitas lini depan, serta pertahanan yang sangat solid. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.