Dark/Light Mode

Inggris Patahkan Tuah Azteca

Bellingham Buka Jalan, Kane Kunci Kemenangan

Selasa, 7 Juli 2026 06:15 WIB
Hary Kane dan Jude Bellingham. (Foto: Instagram/england)
Hary Kane dan Jude Bellingham. (Foto: Instagram/england)

RM.id  Rakyat Merdeka - Timnas Inggris memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 2026 melalui kemenangan epik 3-2 atas tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca, Senin (6/7/2026) pagi WIB.

Kemenangan ini diraih dengan susah payah lantaran skuad The Three Lions harus bertahan dari gempuran tanpa henti sekaligus bermain dengan 10 orang selama lebih dari 40 menit di paruh kedua pertandingan. 

Laga babak 16 besar yang jadwal sepak mulanya sempat tertunda satu jam akibat badai dan kilat ini menjadi panggung pembuktian mental anak asuh Thomas Tuchel. Bermain di hadapan 80 ribu pendukung fanatik tuan rumah serta ancaman kelelahan akibat kondisi geografis dataran tinggi Azteca yang intimidatif, Inggris justru tampil sangat klinis dan efektif sejak peluit babak pertama dibunyikan. 

Baca juga : Pansus Hak Angket Bergulir, DPRD Gowa Jadwalkan Pemanggilan Bupati Husniah

Jude Bellingham muncul sebagai pahlawan sekaligus nyawa permainan Inggris malam itu lewat torehan dua gol kilatnya. “Ini adalah malam terbaik dalam karier saya di Inggris. Sungguh luar biasa,” cetus gelandang andalan Real Madrid tersebut seusai laga. 

Bellingham memang pantas merayakannya dengan emosional. Ia memecah kebuntuan pada menit ke-36 lewat sundulan terukur memanfaatkan umpan silang Bukayo Saka, lalu menggandakan keunggulan hanya dalam kurun waktu 98 detik usai menuntaskan skema serangan balik dari operan Harry Kane

Pemain berusia 23 tahun yang merasa sangat bangga melihat semangat juang rekan-rekannya ini bahkan sempat melakukan sapuan krusial di garis gawang demi menggagalkan peluang Cesar Montes, tepat setelah Julian Quinones sempat memperkecil ketertinggalan Meksiko menjadi 1-2 jelang turun minum. 

Baca juga : TNI Asah Kemampuan Bertempur Di Hawaii

Bencana sesungguhnya bagi Inggris baru datang pada menit ke-54 saat wasit mengusir bek Jarell Quansah. Kartu merah langsung dicabut dari saku pengadil lapangan setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) membuktikan tekel berbahayanya kepada Jesus Gallardo. Namun, situasi kritis yang memaksa Inggris tampil sangat defensif ini justru memantik kekaguman dari sang pelatih, Thomas Tuchel. “Jika ada tim yang memiliki hati dan keyakinan, maka tim inilah wujudnya,” tegas pelatih berpaspor Jerman tersebut. 

Mengamini ucapan sang pelatih, skuad Inggris membuktikan bahwa mereka mampu melewati rintangan di stadion ikonik tersebut dengan ketahanan mental. Hal itu terbukti ketika Inggris yang kalah jumlah pemain justru sukses memperlebar jarak pada menit ke-60 lewat eksekusi penalti dingin Harry Kane. 

Ironisnya, sang kapten pula yang membuat timnya kembali berada dalam tekanan luar biasa setelah kakinya mengenai Brian Gutierrez di kotak terlarang, yang berujung pada gol penalti balasan Raul Jimenez delapan menit berselang. Sisa waktu pertandingan pun berubah menjadi neraka bagi pertahanan Inggris. 

Baca juga : Felicya Angelista Hidung Mancung, Bantah Oplas

Tuan rumah Meksiko mengurung total tembok pertahanan berlapis The Three Lions, memaksa kiper Jordan Pickford jatuh bangun menepis sejumlah peluang emas. Harry Kane, yang suaranya terdengar serak dan nyaris habis akibat kelelahan berekspresi seusai laga, mengakui bahwa timnya harus mati-matian berkorban dan mencari jalan keluar di tengah badai serangan yang seolah meruntuhkan mereka. 

Senada dengan Kane, Pickford juga memandang laga dramatis di Azteca ini sebagai pengalaman sekali seumur hidup yang menuntut para pemain untuk rela menggulung lengan baju dan bekerja layaknya prajurit bertahan. Pada akhirnya, barikade pertahanan Inggris terbukti solid dan sukses mempertahankan keunggulan 3-2 hingga peluit panjang berbunyi, sekaligus menodai rekor apik Meksiko yang sebelumnya tak pernah tersentuh kekalahan di kandang sendiri pada ajang Piala Dunia. 

Kemenangan krusial ini secara resmi mengantarkan Inggris ke perempat final untuk menantang Norwegia yang dipimpin mesin gol Erling Haaland pada akhir pekan nanti. Menutup malam bersejarah yang memaksa publik Inggris menahan kantuk hingga pukul empat dini hari waktu setempat, Bellingham berkelakar menyarankan para penggemar untuk membolos kerja atau meliburkan anak-anak dari sekolah, demi merayakan sebuah malam spektakuler yang jarang terjadi dalam sejarah sepak bola nasional mereka. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.