BREAKING NEWS
 

Ketum PSSI Rangkap Jabatan Jadi Manajer Timnas, Pengamat: Ini Langkah Yang Blunder

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Rabu, 29 Juli 2020 10:30 WIB
Ketum PSSI Mochamad Iriawan.(Foto: PSSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, mengatakan dirinya akan terjun langsung mengawasi persiapan Timnas Indonesia U-19 yang akan tampil di Piala Dunia U-20 tahun depan. Pria 58 tahun yang karib disapa Iwan Bule tersebut bahkan menyatakan untuk sementara dirinya akan menjabat sebagai manajer Timnas U-19.

Dengan jabatan tersebut, ia mengatakan supaya bisa turun langsung memperhatikan dan melihat mereka (pemain) semua di lapangan.

Pengamat sepak bola Nasional, Tommy Welly, menyebut keputusan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule rangkap jabatan menjadi manajer Timnas Indonesia merupakan langkah blunder.

Menurut Towel, sapaan Tommy Welly, ini jadi kali pertama seorang Ketua Umum PSSI merangkap jabatan sebagai manajer Timnas Indonesia. Bahkan, rangkap jabatan itu juga disebut Towel, jadi yang pertama di dunia sepak bola Internasional.

Baca juga : Ini Akibat Pengawasan Yang Masih Lemah…

“Ini absurd sebagai Exco, tidak semua harus ditangani sendiri. Sebagai presiden federasi sepak bola, dia (Iwan Bule) ada perangkat untuk menangani sepak bola, ada pakar menangani wasit, timnas yang elite, pembinaan usia muda,” kata Towel, Selasa (28/7).

Di sisi lain, dalam sebuah event besar seperti Piala Dunia U-20 2021 mendatang, Iwan Bule bakal tampil menjadi simbol Presiden federasi sepak bola di Indonesia, PSSI. Dalam pelaksanaannya nanti, Iwan Bule disebut akan berada di bangku VVIP untuk mendampingi delegasi FIFA, AFC maupun delegasi federasi peserta lain.

Adsense

“Kalau dia (Iwan Bule) jadi manajer, seperti apa dalam benaknya? Buat saya ini seperti menandakan bahwa dia tidak mengerti bagaimana pergaulan di sepak bola internasional,” ucap Towel.

“Saya sebut ini sebagai sebuah ketidaklaziman dalam dunia sepak bola internasional. Mungkin dalam konteks global dunia, ini pertama kalinya presiden federasi jadi manajer. Bagaimana pandangan federasi sepak bola lain terhadap Indonesia?” tutur Towel.

Baca juga : Manfaatkan Situasi Pandemi, Pengacara Ini Ciptakan Lagu PHP

Towel menyebut PSSI akan malu di hadapan FIFA, AFC maupun federasi sepak bola lain karena dianggap tidak paham akan koridor di dunia sepak bola.

“Kelihatannya mungkin tidak penting. Tapi menurut saya, ini blunder kaitannya terhadap pemahaman pengelolaan sepak bola. Dia kan punya perangkat di PSSI, dia itu exco, ketua umum lagi posisinya,” Tommy Welly menegaskan.

Tidak hanya itu, Exco dalam melaksanakan tugasnya menggunakan prinsip kolektif kolegial. Artinya, dalam membahas, pengambilan keputusan dan pertanggung jawabannya dilakukan secara bersama-sama sesuai prinsip kolektif kolegial.

“Orang boleh datang dari background apapun. Tapi kalau organisasi sepak bola tetap harus ikut aturan sepak bola. Pemimpin mungkin punya gaya khas masing-masing, tapi ada koridor yang jadi pakem organisasi sepak bola itu sendiri yang harus diikuti,” kata Towel.

Baca juga : Pemkot Pontianak Gandeng OK OCE, Ini Pesan Sandiaga Uno

“Seorang manajer Timnas Indonesia itu akan mempertanggung jawabkan hasilnya kepada ketua umum. Kalau ketum jadi manajer dia bertanggungjawab pada dirinya dong," tandasnya. [WUR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense