Dark/Light Mode

Seleksi Penerimaan Adil & Transparan

UI: Tak Ada Prioritas Mahasiswa Baru Berdasarkan Asal Sekolah Atau Bimbel

Rabu, 7 Oktober 2026 17:24 WIB
Kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat. (Foto: dok. UI)
Kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat. (Foto: dok. UI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Indonesia (UI) mengklarifikasi potongan video yang menyebut lulusan lembaga pendidikan tertentu dapat masuk kampus kuning tanpa tes. Video tersebut juga mengklaim soal ujian dibocorkan.

"Faktanya, informasi tersebut tidak sesuai dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru yang berlaku di UI saat ini," demikian keterangan resmi yang disampaikan UI melalui akun Instagram resmi @univ_indonesia, Rabu (7/10/2026).

UI menegaskan, setiap calon mahasiswa UI memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa melalui jalur yang telah ditetapkan, dengan proses yang adil, transparan, dan berintegritas. 

"Karena itu, jangan mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya," imbau UI.

4 Prinsip Penerimaan Mahasiswa Baru UI

Dalam menerima mahasiswa baru, UI menjalankan empat prinsip, sebagaimana diatur dalam Peraturan Rektor UI Nomor 9 Tahun 2022.

Baca juga : Hati-Hati Penipuan Jalur Masuk UI, Warga Semarang Rugi Rp 380 Juta

Prinsip pertama: Objektif. Dalam prinsip ini, penerimaan mahasiswa baru UI memperhatikan potensi dan prestasi akademik, bukan latar belakang pribadi. Tidak ada jalur, kuota, atau prioritas berdasarkan asal sekolah, pesantren, maupun lembaga bimbingan belajar.

Seleksi prestasi masuk UI dibagi menjadi dua jalur, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dengan kuota 22 persen serta Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) kuota 17 persen. 

Lebih dari 50 persen kursi mahasiswa baru diperoleh dari hasil seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan Seleksi Mandiri Masuk UI (SIMAK), dengan masing-masing kuota 33 persen dan 28 persen. 

Prinsip kedua: Transparan. Pelaksanaan seleksi dilakukan secara terbuka dan hasilnya mudah diakses. Daya tampung, keketatan, dan ketentuan tiap jalur dipublikasikan. Informasi mengenai jalur seleksi UI, daya tampung, dan keketatan per program studi dapat dipantau melalui website enrollment.ui.ac.id. Sedangkan informasi seleksi nasional SNBP dan UTBK-SNBT dapat dimonitor melalui website snpmb.id. 

Informasi lain terkait UI juga dapat diakses melalui akun Instagram resmi UI @univ_indonesia. 

Baca juga : Buntut Kasus Unsoed, Prof Didik Dorong Transformasi Jalur Mandiri PTN

Prinsip ketiga: Akuntabel. Untuk SIMAK UI, naskah soal diacak per butir dan per pilihan jawaban, serta tidak digunakan ulang. Keamanan saat ujian dilakukan secara ketat dengan pengawas yang dibantu sistem AI untuk mendeteksi berbagai bentuk kecurangan.

Sementara untuk jalur UTBK-SNBT, diselenggarakan dan diamankan secara nasional oleh Panitia SNPMB.

"Pada 2026, pelaku kecurangan terdeteksi, dimasukkan ke daftar hitam, dan dilaporkan ke pihak berwajib," tegas UI.

Prinsip keempat: Pemerataan Pendidikan. Dalam prinsip ini, UI membuka kesempatan yang sama bagi semua lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan yang sederajat.

UI juga wajib menjaring calon mahasiswa berpotensi akademik tinggi yang kurang mampu secara ekonomi atau berasal dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), paling sedikit 20 persen dari mahasiswa baru S1 kelas reguler.

Baca juga : Ada Pembelian Aset dari Hasil Korupsi di Kasus Unsoed, KPK Kembangkan ke TPPU

Jika Anda menemukan bukti kecurangan dalam seleksi mandiri UI (SIMAK UI, PPKB, dan Seleksi Jalur Prestasi), laporkan ke alamat email [email protected]. Untuk kecurangan dalam UTBK-SNBT, dapat diadukan melalui kanal pengaduan Panitia SPMB. 

Jangan lupa, sertakan waktu kejadian, kronologi singkat, dan bukti pendukung agar laporan dapat ditindaklanjuti. 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.