Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tak Punya Background Beladiri, Asmara Abigail Terbantu Keahlian Nari
Kamis, 29 Agustus 2019 18:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ada cerita menarik di balik keterlibatan Asmara Abigail dalam film superhero 'Gundala' yang disutradarai oleh Joko Anwar. Berperan sebagai mahasiswi psikopat membuat sang artis merasa tertantang terlebih saat dirinya mengaku tak memiliki background beladiri sebelumnya.
"Di sini aku berperan sebagai Desti Nikita. Seorang mahasiswi yang agak-agak psikopat. Aku lumayan lama untuk latihan fisiknya, martial artnya 2 bulan, tapi proses syutingnya sendiri kurang lebih satu minggu," terang Asmara, saat dijumpai, kemarin.
Baca juga : Wapres: Negara Dunia Ingin Belajar Toleransi Keagamaan Indonesia
Beruntung, ia tak terlalu terbebani. Sebab latar belakangnya sebagai seorang penari membuat gerak tubuhnya lebih fleksibel ketika melakukan adegan laga. "Tapi karena aku ada background dari tari, mungkin untuk fleksibilitas cukup membantu. makin dilatih lagi, kalau karakternya dia memang psikopat," imbuhnya.
Diungkapkan sang model, demi mendalami sebuah karakter, ia dilarang keras mencari referensi dari film superhero lainnya. Malahan ia sangat dimudahkan untuk mengeksplorasi untuk menghidupkan karakternya. "Kita enggak boleh (nonton karakter lain). kita harus fresh ambil dari imajinasi sendiri."
Baca juga : Masuk Pasar, Bank DKI Manjakan Pelaku Usaha Kecil Menengah
"Memang ada beberapa inspirasi. Tapi kalau kerja sama Joko, kita lebih menampilkan sesuatu yang fresh supaya membuat karakter yang dan berusaha menciptakan Desti Nikita itu sendiri," pungkasnya.
Film 'Gundala' bercerita tentang Sancaka (Abimana Aryasatya) yang hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat sejak kecil, membuat Sancaka bertahan hidup dengan memikirkan keselamatannya sendiri. Ketika keadaan kota semakin memburuk, dan ketidakadilan berkecamuk di negerinya, Sancaka harus memutuskan apakah dirinya akan terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan untuk mereka yang tertindas. [TAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya