Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Musikal Perahu Kertas Siap Pentas, Mimpi Kugy–Keenan Hadir Lagi di Panggung
Jumat, 23 Januari 2026 09:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah bertahun-tahun hidup di rak buku dan layar lebar, kisah Kugy dan Keenan akhirnya naik kelas ke panggung musikal.
Novel Perahu Kertas karya Dee Lestari akan dihadirkan dalam format pertunjukan musikal yang siap dipentaskan di Ciputra Artpreneur, Jakarta, mulai 30 Januari hingga 15 Februari 2026.
Sebanyak 21 pertunjukan disiapkan oleh Indonesia Kaya bersama Trinity Entertainment Network, berkolaborasi dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST).
Targetnya tak main-main, lebih dari 23 ribu penonton bakal diajak menyelami ulang cerita tentang mimpi, pilihan hidup, dan keberanian melawan arus.
Dari sisi produksi, Musikal Perahu Kertas melibatkan 38 pemeran dan 20 tim kreatif, di bawah kendali Billy Gamaliel, Eunike Elisaveta, dan Chriskevin Adefrid.
Baca juga : Rendra Teddy Siap Tempur, PSIM Bidik Kemenangan Penutup Tahun
Billy menegaskan, pertunjukan panjang ini bukan sekadar hiburan. “Kami ingin seni pertunjukan punya ruang hidup yang berkelanjutan. Bukan musiman, tapi ekosistem,” ujar Billy dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).
Secara visual, musikal ini mengandalkan panggung berputar, transisi dinamis, proyeksi visual berlapis, hingga unsur puppetry.
Billy menambahkan, total 21 lagu akan mengiringi cerita, termasuk Miliaran Manusia dan Agency yang telah lebih dulu dirilis secara digital.
Untuk menjaga stamina pemain, sistem alternate cast diterapkan pada sejumlah jadwal.
Perahu Kertas yang terbit pertama kali di 2003 bukan sekadar kisah cinta. Cerita ini adalah potret kegelisahan generasi muda yang kerap terjepit antara idealisme dan realitas.
Baca juga : Federico Barba: Persib Siap Hadapi PSM di Laga Tunda Pekan Ke-8
Kugy, perempuan yang menjadikan dongeng sebagai ruang aman, dipertemukan dengan Keenan, pelukis berbakat yang hidup di bawah tekanan ekspektasi orang tua.
Pertemuan mereka bukan jawaban instan, melainkan rangkaian proses jatuh-bangun mencari makna hidup. Tema “Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi” menjadi benang merah musikal ini.
Tema yang terasa relevan di tengah realitas hari ini, ketika mimpi kerap kalah oleh tuntutan hidup. Tak berlebihan jika musikal ini disebut sebagai pernyataan sikap: bahwa seni masih punya ruang untuk berbicara lantang.
Bagi Alya Syahrani, pemeran Kugy, musikal ini bukan sekadar proyek.
"Perahu Kertas mengingatkanku pada alasan awal aku jatuh cinta pada seni panggung. Tentang mimpi dan pencarian jati diri,” ujar Alya.
Baca juga : Kemenhaj-Garuda Amankan Armada Haji Hingga 2028
Ini menjadi panggung musikal ketujuh Alya sejak terjun ke dunia teater pada 2012.
Sementara Dewara Zaqqi yang memerankan Keenan mengaku tumbuh bersama cerita ini.
“Aku melihat banyak fragmen hidupku di Keenan. Musikal ini menjadi langkah penting dalam perjalanan karierku,” kata Dewara.
Tak hanya bertumpu pada dua tokoh utama, musikal ini juga menguat lewat karakter pendukung.
Christoffer Nelwan sebagai Remi melihat perannya sebagai representasi ketulusan cinta yang sering luput disadari. Sedangkan Marsha Lavinia, yang memerankan Luhde, menyebut musikal ini sebagai pintu masuknya ke dunia teater musikal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya