Dark/Light Mode

Era Setyowati

Prof M Ghosting

Kamis, 8 April 2021 06:30 WIB
Era Setyowati alias Sierra, Miss Landscape Indonesia 2019. (Foto: Instagram/itssierra.s)
Era Setyowati alias Sierra, Miss Landscape Indonesia 2019. (Foto: Instagram/itssierra.s)

RM.id  Rakyat Merdeka - Diduga ketahuan istri sah, Mr M disebut ghosting (mengakhiri hubungan dengan menghilang) usai Era hamil dan melahirkan. Awalnya tak disebut nama asli, M tiba-tiba sewa pengacara.

Model Era Setyowati alias Sierra tiba-tiba muncul ke publik menyeret Prof M. Seseorang yang disebut komisaris BUMN dan juga Guru Besar Universitas Padjajaran. Menurut Era, M menelantarkan buah hati dari hasil hubungan mereka. Era menuduh sang profesor tak bertanggung jawab.

“(Yang diinginkan) pengakuan terhadap anak, dan bantu biaya anak ini dari sekarang sampai sarjana. Itu saja,” ujar pengacara Era, Razman Arif Nasution, kemarin.

Baca Juga : Pasok Kebutuhan Listrik Industri, PLN Operasikan SUTT Dan Gardu Induk Pakuan Ratu

Padahal, saat awal kenal pada 2016, Prof M begitu baik dengan Era. Ia bahkan menikahi siri Miss Landscape 2019 itu di depan orang tua pada 2018.

Setelah itu, Prof M memberikan uang nafkah kepada Era hingga menyewakan unit apartemen. Namun setelah Era hamil dan melahirkan, Muradi ghosting. Hal itu diduga saat istri Muradi sudah mengetahui kelakuan suaminya. “Kelihatannya begitu,” tutur Razman.

Di sisi lain, tuduhan tersebut dibantah oleh seorang pengacara bernama Patrice Rio Capella atas kliennya, Prof Muradi. “Bahwa tidak benar sudah ada pernikahan antara Profesor Muradi dengan ES. Kalau tidak nikah, maka tidak ada anak dari keduanya,” ungkap Patrice.

Baca Juga : Persidangan Impor Tekstil Batam Sudah Divonis

Profesor Muradi memang tak pernah disebut oleh Era. Sang model hanya menyebut inisial Prof M yang merupakan guru besar di Universitas Padjajaran Bandung.

Selain itu, Era juga cuma menyebut sang pria adalah komisaris BUMN. Kemudian, tiba-tiba saja Profesor Muradi muncul, menunjuk kuasa hukum terkait tuduhan itu.

“Adapun tuduhan-tuduhan yang cenderung fitnah dan ada upaya pemerasan,” tuduh balik Patrice.

Baca Juga : Tok! 7 Komisioner Bawaslu Lampung Tak Langgar Etika

“Sebelum ini mereka sudah ketemu dan meminta Rp 1 miliar. Setelah ada pengacara meningkat jadi Rp 2 miliar. Apa yang disampaikan tidak memiliki dasar hukum yang jelas,” pungkasnya. [NET/TAR]