Dark/Light Mode

Di Pilkada Jawa Timur, Banyak Pemilih Bermigrasi

Herman Khaeron: Khofifah-Emil Dipilih Mayoritas Rakyat

Kamis, 14 November 2024 07:50 WIB
Herman Khaeron, Tim Pemenangan Khofifah-Emil Dardak. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Herman Khaeron, Tim Pemenangan Khofifah-Emil Dardak. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mendekati hari pencoblosan Pilkada, 27 November 2024, lem­baga survei mencoba mengendus peta dukungan masyarakat kepada pasangan calon. Di Pilkada Jawa Timur, pemilih PDIP dan PKB, disebut banyak yang bermigrasi ke pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Perpindahan pemilih itu, terindikasi dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada 27 Oktober-3 November 2024. Survei ini menggunakan metodologi multi stage random sampling, melalui wawancara tatap muka kepada 1.000 responden, dengan margin of error kurang lebih 3,1 persen. Survei juga meng­gunakan simulasi kertas suara.

Hasilnya, paslon nomor urut 2 Khofifah-Emil di angka 67,0 persen. Paslon nomor urut 3, Risma-Gus Hans di angka 19,1 persen. Paslon nomor urut 1 Luluk-Lukmanul ada di angka 2,1 persen.

Baca juga : Fauzan Fuadi: Banyak Yang Pindah Memilih Luluk-Lukman

Kemudian, suara yang tidak sah sebesar 0,6 persen. Yang me­mutuskan/merahasiakan pilihannya, 11,2 persen. “Khofifah-Emil semakin kokoh unggul atas paslon lain,” kata Peneliti LSI Denny JA, Fadhli Fakri Fauzan, dalam keterangannya, Selasa (12/11/2024).

Kokohnya posisi Khofifah, menurut LSI, karena mayoritas pemi­lih PDIP dan PKB justru memilih Khofifah-Emil, dibandingkan paslon yang diusung kedua partai tersebut.

Survei LSI Denny JA menemukan sebanyak 74,1 persen pemilih PKB, memilih Khofifah-Emil. Pemilih PKB yang memilih paslon diusung partai itu, Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim, hanya 2 persen. Sementara pemilih PKB yang memilih Tri Rismaharini- Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) sebanyak 12,7 persen.

Baca juga : Ekraf Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi RI

Kemudian pemilih PDIP yang memilih Khofifah-Emil ada 46,7 persen. Pemilih PDIP yang memilih paslon diusung partai itu, Risma-Gus Hans, ada 41,2 persen. Lalu, pemilih PDIP yang memilih Luluk-Lukmanada 2,4 persen.

Data ini, kata Fadhli, memperlihatkan bahwa banyak masyarakat yang pilihannya dalam Pilkada, tidak selaras denganpartai pilihannya.

Bagaimana respons Tim Luluk-Lukman ketika mendengar hasil survei LSI Denny JA? Ketua Tim Pemenangan Luluk-Lukman, Fauzan Fuadi menepisnya. Kata dia, keadaan riil di lapangan menunjukkan bahwa pemilih Khofifah banyak mendukung Luluk.

Baca juga : Golkar Dukung Layanan “Lapor Mas Wapres”

Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron bersyukur dan berterima kasih jika banyak pemilih PKB dan PDIP yang mendu­kung Khofifah. “Berarti kerjanya nyata,” ujar dia.

Untuk lebih lengkapnya, berikut wawancara dengan Herman Khaeron, terkait hasil survei LSI Denny JA ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.