Dark/Light Mode

Geser Ke Sektor Yang Lebih Cepat Untung

Investor Asing Rem Suntik Modal Untuk E-Commerce

Kamis, 14 November 2024 07:05 WIB
Geser Ke Sektor Yang Lebih Cepat Untung Investor Asing Rem Suntik Modal Untuk E-Commerce

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bukalapak.com Tbk (Bukalapak) akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pegawainya karena terus mengalami kerugian. Bukalapak disinyalir ikut terdampak fenomena gelombang tech winter atau musim dingin sektor digital.

Sepanjang semester I-2024, Bukalapak mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 751 miliar, atau naik hingga 93,16 persen di angka Rp 389,2 miliar pada semester I-2023.

Sementara pendapatan Buka­lapak sebesar Rp 2,41 triliun, atau hanya mengalami kenai­kan 10,61 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,18 triliun.

Menyoal ini, Direktur & Found­er Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira Adhinegara berpendapat, saat ini kondisi e-commerce maupun startup masih menggantungkan harapannya kepada modal asing yang cukup besar.

Baca juga : Tahun 2024 Tembus 3,83 T Tahun 2025 Dipatok 2,51 T

Padahal, lanjut Bhima sekarang investor asing mulai berhati-hati masuk ke negara berkembang.

“Termasuk investasi ke saham teknologi, sehingga berpenga­ruh pada keuangan dan bisnis e-commerce,” jelas Bhima ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Bhima, pada model bisnis seperti e-commerce, si pelaku cenderung ingin menge­jar pertumbuhan cepat dan mem­butuhkan modal besar. Hal ini menyebabkan adanya mismatch antara ekspektasi pertumbuhan startup dengan alokasi modal yang menurun.

Selain itu, sambungnya, perilaku konsumen juga berpenga­ruh karena adanya fasilitas bebas ongkos kirim (ongkir), diskon, promo dan lainnya.

Baca juga : Pemukiman Tanah Tinggi Akan Dibikin Lebih Keren

Namun ketika promo diskon itu berkurang, maka dampaknya akan menjadi sangat sensitif.

“Sehingga masyarakat juga mengalami price sensitive yang mendorong konsumen membuat keputusan untuk mengurangi belanja di e-commerce,” ungkapnya.

Bhima melihat, gelombang tech winter atau musim dingin di sektor digital masih akan terus berlanjut. Investor dari dalam dan luar negeri, lebih tertarik pada perusahaan yang profit­abilitasnya lebih stabil, tidak terlalu banyak bakar uang dan mengejar pertumbuhan dalam waktu cepat.

Meski begitu, Bhima menegaskan, yang perlu diperhatikan adalah efek dari adanya PHK di sektor e-commerce yang bisa merembet ke pekerja di sektor formal. Seperti tenaga IT (Information Technology), mau­pun software engineer.

Baca juga : Tanpa Hilgers, Benteng Tim Garuda Harus Waspada

“Dan pengaruh juga ke tenaga kerja informal, seperti kurir paket, driver online, karena pendapatan mereka yang bergan­tung dari keberlanjutan bisnis e-commerce,” ucapnya.

Bhima berpesan, Pemerin­tah harus menyiapkan mitigasi risiko. Termasuk menyiapkan bantalan bagi perlindungan sosial pekerja informal. Dan memastikan ketika terjadi PHK, hak-hak dari para pekerja di sektor digital bisa dipenuhi oleh perusahaan.

Bhima juga mengimbau kepa­da Bukalapak, tantangan ekono­mi global harus bisa dibaca oleh perusahaan, dengan mempertim­bangkan kembali hasil regulasi, perubahan tren teknologi.

“Kalau mereka tidak segera melakukan analisis tren, maka akan tertinggal,” warning-nya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.