Dark/Light Mode

Nilai Partisipasi Pemilih Rendah, Tim RIDO Laporkan KPUD Jakarta Ke DKPP

Abdul Aziz: Angka Partisipasi Minimal 70 Persen

Jumat, 6 Desember 2024 07:50 WIB
Abdul Aziz, Ketua Harian Tim Pemenangan RIDO. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Abdul Aziz, Ketua Harian Tim Pemenangan RIDO. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Apa alasan Tim RIDO melapor­kan KPU DKI Jakarta ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)?

Kami melihat partisipasi pemilih di Jakarta hanya sekitar 53 persen yang ikut memilih. Ada sekitar 47 persen yang tidak ikut. Ini angka yang besar dan sejarah, di Jakarta yang ikut me­milih hanya sekitar 50 persen.

Kenapa KPU Jakarta yang dilaporkan?

KPU Jakarta kan punya dana sosialisasi, seharusnya dioptimalkan. Kalau dioptimalkan, minimal angka partisipasi sekitar 70 persen. Itu adalah angka yang optimal di Jakarta.

Baca juga : Wahyu Dinata: Kami Lakukan Sesuai Aturan Yang Ada

Apa pengaruhnya jika partisipasi pemilih hanya berkisar 50 persen?

Angka 50 persen, sama saja dengankegagalan sosialisasi, sehingga ma­syarakat tidak tergerak untuk me­milih. Ini kan sama saja ada anggaran, tapi tidak ada prestasi. Itu perlu dipertanyakan.

Apakah Tim RIDO menganggap rendahnya partisipasi pemilih ini, sepenuhnya kesalahan KPUD?

Memang ada juga kelompok-kelompok tertentu yang menyerukan untuk golput. Seharusnya KPUD Jakarta bisa melawan dengan dana sosialisasinya.

Baca juga : Kemenhub Gelar Mudik Gratis

Bagaimana tentang distribusi C6 yang menurut Tim RIDO kurang maksimal?

Memang masyarakat boleh memilih tanpa adanya C6. Permasalahannya, masyarakat tahu tidak aturan tersebut. Itu harus dipertanyakan.

Di lapangan, setelah kami cek kena­pa tidak memilih, banyak yang bilang tidak diundang. Artinya, masyarakat banyak yang tidak tahu aturan terse­but. Ini yang kami sayangkan, padahal KPU Jakarta punya dana sosialisasi. Harusnya dioptimalkan.

Selain itu?

Baca juga : Peran Timwas Intelijen Penting, Tapi Harus Jaga Rahasia Negara

Perlu juga ada koreksi internal.

Selama ini, undangan C6 dibagikan RT maupun RW. Sekarang, dibagikan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). Kenapa diubah begitu. Ini mesti ada alasannya. Padahal, yang paling tahu alamat seseorang RT dan RW.

Kesalahan-kesalahan ini kami kumpulkan dari masyarakat. Karena, banyak masyarakat yang merasa tidak diundang, tidak tahu kalau bisa me­milih tanpa adanya undangan. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 6 Desember 2024 dengan judul "Nilai Partisipasi Pemilih Rendah, Tim RIDO Laporkan KPUD Jakarta Ke DKPP, Abdul Aziz: Angka Partisipasi Minimal 70 Persen"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.