Dark/Light Mode

Heboh Gara-gara MinyaKita, Pengawasan Mesti Ditingkatkan

Rio Priambodo: Ini Pukulan Telak Bagi Pemerintah

Rabu, 12 Maret 2025 07:50 WIB
Rio Priambodo, Kabid Pengaduan Dan Hukum YLKI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Rio Priambodo, Kabid Pengaduan Dan Hukum YLKI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat dihebohkan dengan temuan tentang MinyaKita kemasan 1 liter, namun isinya tidak sesuai takaran. Pemerintah diminta menelusuri lebih lanjut dan menindak tegas pelaku usaha yang nakal.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menemukan tiga perusahaan produsen MinyaKita yang diduga nakal, karena isi minyak goreng tidak sesuai takaran.

Pelanggaran itu ditemukan saat Amran melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan sembilan bahan pokok di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (8/3/2025).

"Ini merupakan pelanggaran serius, MinyaKita kemasan yang seharusnya berisi 1 liter, ternyata hanya memiliki volume 750 hingga 800 mililiter," ujar Amran dalam keterangan resminya.

Baca juga : Eko Hendro Purnomo: Pengawasan Tak Hanya Tugasnya Pemerintah

Selain volume yang tidak sesuai, harga jualnya juga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah. Meskipun di kemasan tertulis harga Rp 15.700 per liter, minyak ini dijual dengan harga Rp 18.000 per liter.

"Ini adalah bentuk kecurangan yang merugikan rakyat, terutama pada Ramadan, saat kebutuhan bahan pokok meningkat," tutur Amran.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, MinyaKita yang tidak sesuai takaran, mulai ditarik dari pasaran. Dia menambahkan, Kemendag rutin menindak perusahaan yang melanggar aturan.

“Kami rutin melakukan pantauan ke pasar maupun penindakan ke pelaku usaha nakal. Namun, tidak kami blow-up agar tidak menimbulkan panic buying,” ujar Budi dalam keterangan pers, Senin (10/3/2025), dikutip dari Kompas.com.

Baca juga : Menteri Brian Segera Cairkan Tukin Dosen

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio mengatakan, Komisi VI telah menanyakan langsung perihal ini kepada Kementerian Perdagangan. Dia menambahkan, Kemendag sudah memonitor di lapangan.

"Kemendag bekerja sama dengan Kepolisian dalam mengawasi distribusi dan harga MinyaKita," ujar politisi yang juga pelawak kondang ini.

Eko menegaskan, kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan subsidi MinyaKita harus dijaga. "Implementasinya dengan memberikan tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang menyalahgunakan program ini," tegas Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Sedangkan, Kepala Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Rio Priambodo meminta Pemerintah lebih aktif melakukan pengawasan.

Baca juga : Bahlil Gencarkan Silaturahmi

Dia pun meminta Kementerian Perdagangan dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku usaha yang melakukan hal tersebut.

"Apalagi ini momentum Ramadan, kebutuhan meningkat. Pemerintah jangan kecolongan lagi," tandasnya.

Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Rio Priambodo.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.