Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Heboh Gara-gara MinyaKita, Pengawasan Mesti Ditingkatkan
Rio Priambodo: Ini Pukulan Telak Bagi Pemerintah
Rabu, 12 Maret 2025 07:50 WIB
Sebelumnya
Ramai soal MinyaKita kemasan 1 liter, namun isinya kurang dari itu. Bagaimana sikap Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)?
YLKI prihatin atas takaran Minyakita yang tidak sesuai. YLKI meminta pelaku usaha tidak berbuat curang kepada konsumen dengan mengurangi takaran.
Dengan adanya kasus ini, adakah tuntutan dari YLKI?
Konsumen berhak mendapatkan ganti rugi dari pelaku usaha, atas selisih harga yang dibayarkan oleh konsumen. Kasus gas elpiji, Pertamax dan MinyaKita menjadi pukulan telak bagi Pemerintah.
Baca juga : Eko Hendro Purnomo: Pengawasan Tak Hanya Tugasnya Pemerintah
Kenapa menjadi pukulan telak bagi Pemerintah?
Bagaimana bisa produk di bawah penguasaan Pemerintah, ternyata tidak sesuai. Pemerintah harus mengevaluasi dirinya dan membenahi tata kelola produksi, distribusi hingga ke konsumen.
Apa yang perlu dilakukan Pemerintah?
YLKI meminta Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan kementerian/lembaga lain, melakukan sidak pasar dan tindak tegas pelaku usaha nakal.
Baca juga : Menteri Brian Segera Cairkan Tukin Dosen
Apakah cukup dengan tindakan tersebut?
Kami rasa sidak tersebut dapat memastikan kualitas dan kuantitas sudah sesuai standar.
Apakah ini karena faktor kebutuhan masyarakat meningkat pada Ramadan?
Pastinya, Pemerintah harus menggalakkan pengawasan saat Ramadan karena permintaan pasti meningkat. Tapi, kualitas dan kuantitas supply harus tetap dijaga sampai tangan konsumen
Baca juga : Bahlil Gencarkan Silaturahmi
Ini kan tindakan pelaku usaha yang nakal, bukan Pemerintah yang melakukan...
YLKI meminta Pemerintah tidak kecolongan lagi, karena ulah pelaku usaha nakal yang mengurangi takaran MinyaKita. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 12 Maret 2025 dengan judul "Heboh Gara-gara MinyaKita, Pengawasan Mesti Ditingkatkan, Rio Priambodo: Ini Pukulan Telak Bagi Pemerintah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya