Dark/Light Mode

Untuk Bantu Rakyat Miskin Ekstrem, Kemensos Siapkan Sekolah Gratis

Ledia Hanifah: Bangun Sekolah Bukan Tupoksinya Kemensos

Senin, 17 Maret 2025 07:30 WIB
Ledia Hanifah, Anggota Komisi X DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Ledia Hanifah, Anggota Komisi X DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) akan membangun Sekolah Rakyat di setiap kabupaten. Tujuannya, untuk memfasilitasi rakyat miskin ekstrim (banget) dalam mendapatkan pendidikan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam Rapat Koordinasi dan Sosialiasi Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Barat di Sekretariat Daerah Pemkab Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/3/2025) berharap, Sekolah Rakyat bisa berdiri di setiap kabupaten/kota. "Satu kabupaten satu Sekolah Rakyat," kata pria berpanggilan Gus Ipul ini.

Ia mengatakan, anak yang menjadi sasaran Sekolah Rakyat, diutamakan yang berasal dari keluarga miskin dan berdomisili di dekat sekolah ini. Lalu, indikator miskinnya akan ditentukan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Gus Ipul mengatakan, sekolah ini akan memiliki konsep asrama. Sehingga, bila anaknya masih SD, maka orangtuanya bisa menengoknya sewaktu-waktu. 

Baca juga : Barelang Jadi Kawasan Transmigrasi Terintegrasi

Ia menambahkan, Sekolah Rakyat gratis. Mulai dari asrama, baju, peralatan sekolah, dan keperluan lainnya akan ditanggung negara.

Ia menargetkan, tiap jenjang memiliki kapasitas 300-500 siswa. Sehingga, satu Sekolah Rakyat memiliki sekitar 1.000 murid. "Akan dimulai tahun ini, dengan melihat situasi dan kondisinya."

Gus Ipul mengaku sedang konsolidasi dengan bupati dan wali kota. Ia meminta para kepala daerah yang memiliki aset dan tanah, agar diusulkan menjadi Sekolah Rakyat. "Kami akan periksa mana yang memenuhi kriteria. Insya Allah kalau memungkinkan akan dibangun tahun ini," ujarnya. 

Untuk Jawa Barat, ia berharap memiliki 30 Sekolah Rakyat yang berdiri di setiap kabupaten/kota. "Nanti provinsi juga memiliki sendiri satu atau dua," ucapnya. 

Baca juga : Golkar Jaga Harmoni Relasi Ulama-Umara

Untuk kurikulum Sekolah Rakyat, lanjutnya, akan sama dengan kurikulum sekolah unggulan. Tapi, hal ini masih dalam pembahasan lebih lanjut. "Lagi dikombinasikan semua, untuk membandingkan satu dengan yang lain. Tapi, acuannya sekolah unggulan," katanya. 

Gus Ipul juga menargetkan, pada tahap awal akan didirikan 200 Sekolah Rakyat. Separuh dibangun Pemerintah dan separuhnya lagi dibangun swasta. "Sedang dikonsolidasikan, termasuk Kabupaten Bogor, salah satu yang prioritas," ujarnya.

Keinginan membangun Sekolah Rakyat ini menimbulkan pro dan kontra. 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wachid, termasuk yang setuju dan mendukung Kemensos untuk membangun Sekolah Rakyat. 

Baca juga : Pemprov Tolak Premanisme Pengumpulan THR Lebaran

Apalagi, tujuannya mulia, untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. “Program ini sangat bagus,” ujar Abdul Wachid.

Namun, Anggota Komisi X DPR Ledia Hanifah kurang setuju jika Kemensos membangun Sekolah Rakyat. Kata dia, sesuai dengan Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional, kewajiban untuk membangun pendidikan ada di Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. 

Untuk lebih jelasnya, berikut wawancara dengan Ledia Hanifah mengenai wacana membangun Sekolah Rakyat di setiap kabupaten kota ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.