Dark/Light Mode

Untuk Bantu Rakyat Miskin Ekstrem, Kemensos Siapkan Sekolah Gratis

Ledia Hanifah: Bangun Sekolah Bukan Tupoksinya Kemensos

Senin, 17 Maret 2025 07:30 WIB
Ledia Hanifah, Anggota Komisi X DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Ledia Hanifah, Anggota Komisi X DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Kemensos akan membangun Sekolah Rakyat di setiap kabupaten/kota. Pandangan Anda?

Sekolah itu domainnya Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Yang disebut Sekolah Rakyat itu seperti apa, harus dijelaskan secara utuh.

Kalau yang dimaksud pendidikan dasar dan menengah, itu kewajiban dua kementerian tersebut. Bahkan, sebaiknya digabungkan pengelolaannya. 

Bukan kewajiban Kemensos?

Baca juga : Barelang Jadi Kawasan Transmigrasi Terintegrasi

Kementerian Sosial punya tupoksi (tugas pokok dan fungsi) yang sangat besar. Yakni, penanganan fakir miskin yang data verifikasinya paling lambat dua tahun sekali. Semua perlu bergerak di tupoksinya. Supaya tidak terjadi tumpang tindih yang membingungkan para pelaksana program Pemerintah di lapangan.

Maksud Anda, tupoksi Kemensos bukan membuat sekolah?

Iya, tugas Kemensos bukan membuat sekolah. Tapi, ini bukan berarti ego sektoral. Melainkan, melaksanakan tugas sesuai kewenangan. Misalnya, bantuan pendidikan itu databasenya dari Kementerian Sosial. Itu pekerjaan besar sekali.

Tapi, Sekolah Rakyat ini khusus untuk rakyat yang miskin ekstrim. Tanggapan Anda?

Baca juga : Golkar Jaga Harmoni Relasi Ulama-Umara

PKH (Program Keluarga Harapan), sepanjang belum ditutup, bisa membuat anak dari keluarga miskin untuk berangkat sekolah. 

Jadi, kalau bantuan pendidikannya ada di Kementerian Pendidikan atau Kementerian Agama, bantuan untuk berangkat ke sekolah ada di PKH.

Secara tegas, Anda tidak setuju pembangunan Sekolah Rakyat ya?

Sebetulnya, itu tidak usah.

Baca juga : Pemprov Tolak Premanisme Pengumpulan THR Lebaran

Lebih baik Kemensos optimalkan saja pemberian bantuan untuk yang miskin ekstrem. Sesuai tupoksi Kemensos.

Lebih baik efektifkan sekolah-sekolah yang ada. Misalnya, sekolah swasta atau sekolah negeri. Lagian, membangun sekolah baru membutuhkan anggaran yang sangat besar. Sedangkan Pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran.

Sesuai Asta Cita untuk membangun kualitas sumber daya manusia, dukung saja sekolah yang sudah ada. Fokusnya, bagaimana rakyat yang tadinya berada dalam kemiskinan ekstrem supaya bisa lebih baik kondisinya. Itu tugas Kemensos, bukan mendirikan sekolah. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 17 Maret 2025 dengan judul "Untuk Bantu Rakyat Miskin Ekstrem, Kemensos Siapkan Sekolah Gratis, Ledia Hanifah: Bangun Sekolah Bukan Tupoksinya Kemensos"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.