Dark/Light Mode
Dianggap Sukses Di Pilkades, Pemilu E-Voting Apa Bisa Dipercaya?
Eka Widodo: E-voting Tak Bisa Ditawar-tawar Lagi
Sebelumnya
Apa benar e-voting pada pemilu dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi manipulasi suara?
Ya, benar. E-voting ini dapat mengurangi waktu penghitungan suara dan meningkatkan transparansi, karena memberikan akses real-time kepada pemilih dan pengawas. Ini akan mengikis keruwetan dan praktik manipulasi suara yang selama ini menjadi problem pemilihan dari masa ke masa.
Apakah ada manfaat lain dari penggunaan e-voting selain soal efisiensi dan transparansi?
Tentu. E-voting juga dapat mengurangi biaya pemilihan yang biasanya besar untuk logistik dan penghitungan manual. Pemilu di Indonesia selama ini sangat boros dan rawan kebocoran. Lihat saja, anggaran Pemilu 2024 mencapai Rp 71,3 triliun, ditambah dana PSU sekitar Rp 1 triliun. Ini naik 57,3 persen dibanding Pemilu 2019 yang hanya Rp 45,3 triliun. Saya juga sudah minta BPK audit total, tapi hasilnya belum saya terima.
Baca juga : Rahmat Bagja: Infrastrukturnya Mesti Dibenahi Dulu
Bagaimana Bapak melihat e-voting dalam konteks perkembangan teknologi saat ini?
E-voting adalah mekanisme yang lebih aman, efektif, dan adaptif di era teknologi digital sekarang ini. Ini bagian dari keberhasilan program Making Indonesia 4.0 yang mendorong pengembangan infrastruktur digital dan literasi digital, sebagaimana diatur dalam Keppres Nomor 17 Tahun 2018.
Apakah Anda mendukung wacana penggunaan e-voting untuk Pemilu 2029?
Saya sangat mendukung. Wacana ini sudah disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI beberapa waktu lalu. Saya menilai penggunaan e-voting di Pemilu 2029 itu sudah tidak boleh ditawar-tawar lagi.
Baca juga : Tito Minta Ke Pemda Sediakan Lahan BGN
Apakah Bapak optimis e-voting bisa meningkatkan partisipasi pemilih?
Sangat optimis. Saya berharap e-voting bisa meningkatkan partisipasi, terutama di kalangan generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital.
Apakah ada negara yang bisa dijadikan contoh untuk pelaksanaan e-voting ini?
Banyak. Kita bisa belajar dari Amerika Serikat, Australia, India, Brazil, dan Estonia. Estonia bahkan dikenal sebagai salah satu negara paling maju dalam penggunaan teknologi digital dalam pemerintahan, termasuk e-voting.
Baca juga : Bahlil Sowan Khusus Ke Ponpes Bumi Shalawat
Bagaimana DPR RI akan memastikan pelaksanaan e-voting ini berjalan baik?
Kami di DPR RI akan mengawal proses perekrutan anggota KPU yang baru untuk pemilu mendatang, dengan memastikan mereka profesional di bidang teknologi informasi. Mereka harus menguasai aspek keamanan sistem, privasi pemilih, dan aksesibilitas, termasuk untuk pemilih di daerah terpencil atau yang belum akrab dengan teknologi. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Minggu, 11 Mei 2025 dengan judul "Dianggap Sukses Di Pilkades, Pemilu E-Voting Apa Bisa Dipercaya? Eka Widodo: E-voting Tak Bisa Ditawar-tawar Lagi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.